Prof Syawal Gultom: Pendidikan sebagai Pilar Utama Kebangkitan Negara
Medan (BERITA HARIAN ONLINE) – Prof Syawal Gultom, seorang Guru Besar dan juga Ketua Senat Universitas Negeri Medan (Unimed), menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa.
Hal ini diungkapkannya ketika menerima buku hasil karyanya berjudul ‘Membangun Negeri dari Sekolah’ yang diterbitkan oleh Dotplus di Medan pada hari Rabu.
Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan Guru Besar di Unimed, Prof Syawal tetap menunjukkan dedikasinya pada karya tulis sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara, selain tugas mengajar dan melakukan penelitian.
Prof Syawal menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerintah untuk membangun bangsa, sehingga buku tersebut hadir sebagai refleksi mendalam dan usulan strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional demi masa depan bangsa.
Menurut Prof Syawal, pembangunan bangsa seharusnya tidak dimulai dari infrastruktur fisik, namun dari cara berpikir yang dibentuk melalui pendidikan.
Ia menyatakan, ‘Konsep tertua di dunia ini bukanlah membangun bangunan, tapi membangun cara berpikir, dan itu adalah konsep dari Sang Pencipta. Manusia diberi akal untuk berpikir, dan sekolah adalah wadah untuk melatih kemampuan tersebut.’
Prof Syawal merenungkan arah kebijakan pendidikan Indonesia yang menurutnya membutuhkan perhatian serius agar pendidikan bisa menjadi pusat pembangunan.
Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian lebih pada kualitas proses belajar di sekolah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sadar dan terlatih untuk meningkatkan mutu pendidikan.
‘Jika kita tidak memusatkan perhatian pada sekolah dan pendidikan tidak dikelola dengan serius, pembangunan nasional yang diharapkan akan mengalami hambatan serius. Kita memiliki 62 juta jiwa generasi masa depan, saat ini sebagai siswa dan mahasiswa, jika arah pendidikannya tidak dikelola dengan tepat, generasi masa depan akan sulit diandalkan untuk membangun negara seperti yang diharapkan,’ ujarnya.
Oleh karena itu, ia menambahkan, diperlukan pemimpin pendidikan yang fokus untuk menata ulang arah pembangunan sektor pendidikan.
Prof Syawal meminta pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menempatkan pendidikan sebagai pusat nilai, pusat integritas, dan masa depan bangsa.
‘Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tapi pusat kejujuran, pusat integritas, tempat menjawab masalah bangsa, dan pusat disiplin. Di situlah masa depan ditentukan,’ katanya.
Buku ‘Membangun Negeri dari Sekolah’ berisi pandangan kritis serta solusi konkret mengenai arah baru pendidikan Indonesia. Disusun dengan pendekatan akademik dan pengalaman lapangan, buku ini menempatkan sekolah sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan budaya, bukan sekadar tempat belajar formal.
‘Jika pendidikan diperbaiki dan dijalankan secara profesional, kemajuan bangsa bukan hanya harapan, tapi bisa diwujudkan,’ katanya.
Buku ini juga menyampaikan pesan penting bahwa investasi terbesar dalam pembangunan nasional bukanlah pada sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui sistem pendidikan berkualitas, merata, dan adil.
Diharapkan buku ‘Membangun Negeri dari Sekolah’ dapat menjadi bacaan publik, khususnya komunitas sekolah dan pencinta pendidikan. Dalam waktu dekat, akan dilakukan peluncuran dan diskusi buku sebagai cara untuk menyebarluaskan gagasan penting ini kepada masyarakat.