Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Anggota DPR Siap Angkat Kasus Prada Lucky ke Sidang Dewan

anggota dpr nyatakan siap bawa kasus prada lucky ke sidang dewan

Anggota DPR Siap Angkat Kasus Prada Lucky ke Sidang Dewan

Kupang (BERITA HARIAN ONLINE) – Gavriel Putranto Novanto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menyatakan siap memproses kasus Prada Lucky Namo, anggota TNI yang meninggal dunia karena diduga dianiaya oleh seniornya, ke tingkat sidang dewan.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT II yang berfokus pada pertahanan, Gavriel menegaskan siap mengawasi kasus ini ketika dihubungi di Kupang, Sabtu.

“Kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Jika terbukti bersalah, pelaku harus menerima hukuman berat sesuai dengan hukum militer dan pidana umum,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa institusi TNI seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan menjadi ajang praktik kekerasan antar prajurit yang berujung pada kematian.

Gavriel juga menekankan bahwa kekerasan dalam militer, apapun alasannya, tidak bisa ditoleransi, terutama kali ini karena korbannya adalah seorang pemuda yang baru dua bulan menjadi anggota TNI.

“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Oleh karena itu, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan prajurit muda di TNI agar insiden serupa tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Ia menilai bahwa peristiwa ini tidak hanya sekadar kasus kekerasan, tetapi juga berkaitan dengan tuntutan keadilan dan martabat bagi keluarga yang kehilangan.

Sementara itu, Sokan Teibang, staf khusus Gavriel yang hadir di rumah duka Sabtu pagi, menyatakan bahwa Pak Gavriel memberikan dukungan baik secara moril maupun materil kepada keluarga Prada Lucky.

“Ibu dari Prada Lucky berterima kasih kepada Pak Gavriel karena bersedia membawa kasus ini ke tingkat pusat serta berdialog langsung dengan Menhan dan Panglima TNI,” katanya.

Prada Lucky Saputra Namo meninggal pada Rabu (6/8) setelah sempat dirawat intensif di RSUD Nagekeo di Kabupaten Nagekeo, akibat dugaan penganiayaan oleh beberapa seniornya.

Dia sempat mencari perlindungan ke ibu angkatnya dalam kondisi terluka untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong.

Exit mobile version