Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara Akibat Konflik Manajemen
Bandung (BERITA HARIAN ONLINE) – Kebun Binatang Bandung, yang dikenal sebagai Bandung Zoo, sementara waktu tidak beroperasi karena adanya perselisihan internal antara dua kelompok yang masing-masing mengklaim sebagai pengelola sah lembaga konservasi ini.
Juru bicara Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menyatakan bahwa penutupan ini bertujuan untuk mencegah pengunjung terkena dampak langsung dari konflik manajemen yang sedang terjadi.
“Kalau ada pengunjung, dampaknya bisa lebih buruk. Jadi kita tutup untuk menghindari stres pada pengunjung,” ujar Sulhan di Bandung, pada hari Kamis.
Sulhan menjelaskan bahwa penutupan dimulai hari ini dan diharapkan hanya berlangsung sebentar.
“Kita tutup mungkin hanya hari ini. Semoga hari ini saja, karena kita akan menyelesaikannya hari ini,” tambahnya.
Walaupun ditutup untuk umum, ia memastikan semua kegiatan perawatan dan pemberian makan hewan tetap berjalan seperti biasa.
“Perawatan di Bandung Zoo tetap berjalan normal seperti biasanya,” katanya.
Ia juga menambahkan, sejak konflik pengelolaan muncul, ada laporan mengenai kematian sejumlah satwa di kebun binatang tersebut.
Dirinya menduga, situasi ini mungkin disebabkan oleh lemahnya koordinasi akibat adanya dua pihak yang mengklaim sebagai pengelola.
“Tujuh, totalnya. Sejak 20 Maret, ada burung-burung dan beberapa binturong yang mati,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap untuk mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo jika konflik internal antara dua pihak yang berselisih tidak segera terselesaikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berharap agar perselisihan internal ini bisa segera diatasi, mengingat pentingnya kelangsungan hidup satwa-satwa di Bandung Zoo.
“Sikap pemerintah kota jelas. Kami adalah pemilik lahan dan akan menjadi penengah. Jika ada perselisihan di internal yayasan, selesaikanlah. Jika tidak mampu, kirimkan surat, kibarkan bendera putih ke Pemkot, maka Pemkot akan mengambil alih,” kata Farhan.