Bappenas Nyatakan Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen Berkat Rencana Pembangunan
Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini adalah hasil dari perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan kerjasama antar kementerian.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen pada kuartal II-2025 merupakan hasil dari perencanaan pembangunan yang matang.
“Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini adalah hasil dari perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan kerjasama antar kementerian,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis.
Pertumbuhan ekonomi yang melampaui harapan ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20 dan ASEAN. Pencapaian ini memperkuat tren pertumbuhan Indonesia yang konsisten di atas lima persen.
Kepala Bappenas menyebutkan bahwa capaian pada kuartal II-2025 merupakan momentum penting untuk menjaga percepatan pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Pertumbuhan yang kita raih saat ini adalah hasil dari perencanaan yang telah kita siapkan sejak lama, mulai dari RPJPN 2025-2045 hingga RPJMN 2025-2029, yang disusun bersama K/L (Kementerian/Lembaga),” tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak hanya tinggi tetapi juga merata dan inklusif, lanjutnya.
Di kuartal II, pertumbuhan positif tercatat di semua wilayah, dengan Sulawesi mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 5,83 persen, diikuti Jawa 5,24 persen, dan Sumatera 4,98 persen.
“Kementerian PPN/Bappenas terus berupaya memastikan pembangunan yang merata dari Aceh hingga Papua, dan menjaga kesinambungan perencanaan pembangunan melalui koordinasi dan sinkronisasi dengan kementerian dan daerah,” kata Rachmat Pambudy.
Menteri PPN juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi antar K/L untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan daerah, sehingga pertumbuhan tidak hanya digerakkan oleh pusat, tetapi juga didukung oleh inisiatif dan kapasitas daerah.
“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa dicapai oleh satu lembaga saja. Ini adalah hasil dari kerja bersama, sinergi kebijakan, dan perencanaan terpadu antar kementerian dan lembaga, baik di pusat maupun daerah,” ujar Kepala Bappenas.