Basarnas Adakan Simulasi Kecelakaan Beruntun untuk Tingkatkan Kemampuan SAR
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyelenggarakan simulasi kecelakaan beruntun sebagai puncak dari pelatihan lanjutan Vehicle Accident Rescue (VAR) di Jalan Raya Cariu-Jonggol KM 72, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis.
Menurut Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) Basarnas, Heru Suhartanto di Jakarta, Kamis, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam penyelamatan kecelakaan lalu lintas.
Simulasi ini mencerminkan skenario kecelakaan beruntun yang melibatkan enam mobil dan satu sepeda motor dengan dampak yang serius, termasuk kendaraan rusak parah, korban terjebak, dan sepeda motor yang terbakar.
Skenario tersebut dirancang agar menyerupai kejadian nyata guna melatih 40 personel SAR dari berbagai kantor di seluruh Indonesia.
Dalam skenario, sebuah truk mengalami kerusakan pada bagian depan dengan sopir terjepit di dashboard. Dua minibus di depannya bertumpuk, menjepit sopir di dalam bodi kendaraan. Di belakangnya, sebuah sepeda motor tertimpa oleh minibus yang terbalik, mengakibatkan pengendaranya terluka parah.
Selain itu, dua sedan juga terlibat, satu dalam posisi terbalik dan satu lagi dengan pengemudi terjebak dan tidak sadarkan diri. Tim SAR yang hadir dalam pelatihan ini segera bergerak dengan perlengkapan ekstrikasi dan medis.
“Pelatihan ini memberikan wawasan menyeluruh mengenai penanganan korban kecelakaan kendaraan, termasuk risiko khusus pada mobil listrik dan moda transportasi lainnya,” ujar Heru.
Heru menyatakan bahwa simulasi ini adalah bagian dari pelatihan lanjutan selama 21 hari yang diikuti oleh personel dari 40 Kantor SAR. Sehari sebelumnya, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai struktur kendaraan listrik di PT Astra International Tbk dan sistem perkeretaapian di PT KAI Depo I Cipinang, Jakarta.
Pemahaman tentang teknologi mobil listrik dan kereta api, menurut Heru, penting untuk mendukung efektivitas misi penyelamatan, karena kedua jenis transportasi ini memiliki karakteristik teknis dan risiko yang berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.
“BPSDMPP Basarnas berkomitmen untuk menghasilkan personel SAR yang tidak hanya cekatan dan terampil, tetapi juga tanggap dan cerdas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan,” tambahnya.