Home / Ekonomi / BI Rancang Penguatan Ekonomi untuk Kelompok Subsisten dengan Perspektif Gender

BI Rancang Penguatan Ekonomi untuk Kelompok Subsisten dengan Perspektif Gender

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE)

Sri Noerhidajati, Deputi Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia (BI), menyampaikan bahwa institusinya sedang merancang penguatan model bisnis inklusif untuk kelompok subsisten dengan pendekatan gender.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari dukungan BI terhadap pemberdayaan UMKM, terutama yang dijalankan oleh perempuan.

“Pada tahun 2025 nanti, BI berencana menyusun penguatan model bisnis ekonomi keuangan inklusif kelompok subsisten dengan fokus pada perspektif gender,” ungkapnya di Jakarta, Rabu.

Kelompok subsisten merujuk pada masyarakat dengan penghasilan rendah yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sri Noerhidajati menambahkan bahwa menurut kajian UN Women, peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja dapat memperkuat perekonomian global, sebab pemberdayaan perempuan berkontribusi langsung terhadap diversifikasi ekonomi dan kesetaraan pendapatan.

Diperkirakan, hal ini bisa mengurangi kesenjangan gender di seluruh dunia serta menambah nilai ekonomi global hingga 7 triliun dolar AS (Rp115.227 triliun, dengan kurs 1 dolar AS = Rp16.461 per Rabu pagi).

Namun, perempuan masih menghadapi banyak tantangan dalam membangun dan menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Data UN Women tahun 2022 mengungkapkan bahwa partisipasi perempuan dalam ekonomi untuk memulai usaha baru hanya mencapai 10 persen.

“Risiko keberlanjutan usaha yang dijalankan perempuan hanya 5,5 persen, sementara untuk laki-laki mencapai 8,1 persen. Apa artinya ini? Semakin lama perempuan berusaha, semakin banyak tantangan yang mereka hadapi,” ujar Sri Noerhidajati.

Untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, Bank Indonesia memulai program pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif bagi kelompok subsisten. Program ini dilakukan di 46 kantor perwakilan Bank Indonesia dengan total 98 kelompok binaan.

“Hingga tahun 2024, 83 persen kelompok subsisten binaan Bank Indonesia telah mengadopsi transaksi non-tunai. Digitalisasi ini menjadi inovasi baru bagi usaha mereka,” kata Sri Noerhidajati.

Tag:

Category List

Social Icons