Bulog Lampung Siap Tampung Gabah Petani yang Terdampak Cuaca Buruk
Bandarlampung – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Lampung menegaskan kesiapan untuk menerima gabah dari petani yang terkena dampak cuaca ekstrem atau serangan hama dengan kualitas yang memenuhi standar tertentu.
“Baru-baru ini, ada petani yang mengirimkan gabah dalam keadaan rebah atau terendam air, dan kami masih bisa menerima dengan kualitas tertentu,” kata Nurman Susilo, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung, di Bandarlampung, pada hari Sabtu.
Ia menambahkan bahwa penerimaan gabah dari petani yang terkena bencana dan hama tetap memerlukan berita acara terkait kondisi gabah yang dikirim.
“Kami akan meminta berita acara yang disaksikan oleh penyuluh pertanian lapang (PPL) atau Babinsa setempat untuk memastikan kapan gabah terkena hama atau bencana, sehingga alasan ketidakcocokan standar dapat diketahui,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa untuk pengiriman gabah pertama dan kedua dari petani, penerimaan masih dilakukan dengan kualitas gabah yang standar dan tidak rusak parah.
Tujuannya adalah agar hasil panen petani tetap terserap dan mereka tetap mendapatkan pendapatan meskipun terkena bencana.
“Yang penting kami mengetahui alasan kerusakan gabah dan selama kondisinya masih memenuhi standar, akan diterima. Namun, jika sudah berkecambah dan hitam setelah dipilah, sebagian akan dikembalikan, biasanya setelah pengiriman kedua atau ketiga,” ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa penerimaan gabah yang terkena bencana alam telah dilakukan, salah satunya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang pernah mengalami banjir.
“Biasanya, dengan harga Rp6.500 per kilogram, ketentuan kadar air adalah 25 persen dan hampa kotoran 10 persen. Namun, jika di luar standar, akan diterima dengan kondisi tertentu, asalkan kerusakan tidak terlalu parah,” tambahnya.