DPR RI: 800 Ribu Guru Harus Menyelesaikan Program PPG pada 2025
Karena ini amanat undang-undang, guru, termasuk dosen harus bersertifikasi
Garut (BERITA HARIAN ONLINE) – Ferdiansyah, anggota Komisi X DPR RI, menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan 800 ribu guru di Indonesia untuk menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) demi meningkatkan kompetensi para pendidik, serta memperoleh tunjangan dari sertifikasi tersebut.
Ferdiansyah menyatakan, “Pendidikan Profesi Guru tahun ini menargetkan 800 ribu peserta, dan semoga dapat diselesaikan tahun ini,” saat berbicara di acara Penuntasan Sertifikasi Guru melalui PPG di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa Komisi X DPR RI bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya memastikan semua guru yang belum mengikuti program PPG segera mendaftar dan mengikuti program tersebut.
Pemerintah telah menyediakan dana untuk memfasilitasi semua guru di Indonesia agar dapat mengikuti program PPG, guna meningkatkan kompetensi mereka sebagai tenaga pendidik sesuai amanat undang-undang.
“Karena ini amanat undang-undang, guru, termasuk dosen harus bersertifikasi,” tambahnya.
Namun, di lapangan, masih ada guru yang belum menyadari program tersebut, atau sudah tahu namun belum melengkapi persyaratan administrasi sehingga tidak dapat mengikuti PPG.
Acara di Kabupaten Garut yang diadakan oleh Kemendikdasmen bertujuan untuk mensosialisasikan, mengingatkan, dan mendorong guru yang belum bersertifikasi untuk segera mengikuti program ini.
“Kami dalam acara ini membimbing calon peserta yang belum mengikuti PPG, bagaimana cara pengajuan, dan administrasi, semua disampaikan kepada guru yang menjadi sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masalah guru yang belum mengikuti PPG tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut yang dilaporkan memiliki 3.868 guru dari tingkat TK hingga SMP yang belum mengikuti PPG.
Ia berharap Pemkab Garut dapat mendukung dengan mengusulkan kepada pemerintah pusat, dan Komisi X DPR RI siap memfasilitasi agar semua guru di Garut dapat mengikuti PPG, terlebih di Garut terdapat Institut Pendidikan Indonesia dan di Tasikmalaya ada Universitas Siliwangi yang menyelenggarakan PPG.
“Tahun ini di Garut diharapkan bisa selesai, sehingga pemda harus segera mendorongnya, siapa yang terlambat dan tertinggal harus segera dikejar,” katanya.
Erom Suparman, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, menyatakan bahwa dari data 3.868 guru tersebut sedang diupayakan untuk mengikuti program PPG tahun ini.
Saat ini, sebagian guru dari data tersebut sudah dipanggil dan diminta melengkapi persyaratan administrasi, dan ada juga yang sedang mengikuti PPG.
“Kami ingin menyelesaikannya secepat mungkin agar target bisa tercapai, dan kami mengimbau guru-guru untuk melengkapi pemberkasan,” ujar Erom.
Ia menambahkan bahwa guru yang mengikuti program PPG akan mendapatkan manfaat seperti peningkatan pengetahuan dan sertifikat yang nantinya bisa diajukan untuk mendapatkan tunjangan setiap bulan dari pemerintah selain gaji.
“Sertifikasi ini nanti diusulkan untuk mendapatkan tunjangan, ada tambahan tunjangan di luar gaji, serta peningkatan kompetensi,” tambahnya.