Home / Berita / Forkabi Selenggarakan Diskusi Terarah untuk Rekomendasi Perda Kebudayaan Betawi

Forkabi Selenggarakan Diskusi Terarah untuk Rekomendasi Perda Kebudayaan Betawi

forkabi gelar fgd untuk rekomendasi perda pemajuan kebudayaan betawi

Forkabi Selenggarakan Diskusi Terarah untuk Rekomendasi Perda Kebudayaan Betawi

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) mengadakan diskusi terarah atau Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan Betawi” sebagai langkah untuk memberikan rekomendasi pembuatan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Kebudayaan Betawi.

Abdul Ghoni, Ketua Umum DPP Forkabi, dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Selasa, mengungkapkan bahwa forum ini diadakan untuk bersama-sama merumuskan pemikiran demi kemajuan Betawi dan Jakarta.

“Kami akan segera mengajukan hasil diskusi ini kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai rekomendasi untuk Perda tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi,” ungkap Ghoni dalam diskusi yang berlangsung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Forkabi bertindak sebagai fasilitator untuk menampung aspirasi semua elemen masyarakat terkait Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi.

“FGD ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan pembicara dari Aceh, Papua, dan Bali untuk berbagi pengalaman dari ketiga wilayah tersebut. Sesi kedua menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi,” jelasnya.

Riano P Ahmad, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi, mengaku sangat mendukung penuh pelaksanaan FGD oleh Forkabi.

“Forum ini sebaiknya dimanfaatkan oleh masyarakat Betawi untuk menyampaikan pemikiran mereka sebagai masukan bagi Pemprov DKI Jakarta yang sedang merevisi Perda Nomor 4 Tahun 2015,” ujar anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta tersebut.

Ketua panitia acara sekaligus Sekjen Forkabi, Syarif Hidayatullah, menambahkan bahwa organisasinya secara resmi telah memberikan dukungan politik kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk memberikan masukan kepada Pemprov DKI dalam rencana perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi,” katanya.

Syarif menyebut bahwa FGD diikuti sekitar 175 peserta dengan harapan menghasilkan masukan yang memperkuat posisi masyarakat Betawi ke depan.

FGD yang bekerja sama dengan Bamus Betawi ini adalah bagian dari usaha untuk menambah aspirasi dan memperkaya wawasan dari diskusi sebelumnya yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Betawi.

“FGD ini juga mengundang para sesepuh Betawi agar masukan yang diperoleh semakin komprehensif. Hasil FGD ini akan disampaikan kepada Gubernur sebagai rekomendasi terkait Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menargetkan bahwa bulan depan Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki Perda tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi yang merupakan revisi dari Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi.

“Kebudayaan asli Jakarta harus mampu menjadi sumber kekuatan dalam pembangunan kota menuju kota global,” ujar Rano.

Rano menekankan bahwa FGD ini harus berfokus pada masukan-masukan yang memajukan budaya Betawi, bukan memundurkan, sehingga perlu ada solusi.

Menurut Rano, hasil diskusi ini akan menjadi rekomendasi bagi Pemprov DKI Jakarta dalam merumuskan Perda terkait pemajuan kebudayaan Betawi sebagai revisi dari Perda tentang Pelestarian Budaya Betawi.

“Sebelum perayaan HUT ke-80 RI, semoga kita sudah memiliki Perda tersebut,” tegasnya.

Tag:

Category List

Social Icons