Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Peran AI dalam Mengubah Industri di Forum Davos Musim Panas

forum davos musim panas soroti peran ai mengubah industri

Peran AI dalam Mengubah Industri di Forum Davos Musim Panas

Tianjin (BERITA HARIAN ONLINE) – Di tengah hiruk-pikuk Forum Davos Musim Panas yang berlangsung di Tianjin, wilayah utara China, sebuah instalasi interaktif yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) berhasil menarik perhatian banyak peserta yang penasaran, menyempatkan waktu sejenak untuk mengamati dan berinteraksi dengan kemajuan teknologi tersebut.

Di depan layar besar, pengalaman visual bergaya lukisan minyak ini secara harmonis memadukan berbagai figur manusia dengan pemandangan ekologi serta warisan budaya Tianjin. Instalasi interaktif ini menjadi simbol dari pertumbuhan global di bidang AI, yang telah memperkuat berbagai industri di seluruh dunia. AI telah menjadi tema yang sering muncul di Forum Davos Musim Panas selama bertahun-tahun. Namun, kemajuan luar biasa seperti iterasi terbaru dari ChatGPT, pengembangan AIGC, dan model DeepSeek dari China telah mendorong AI menjadi sorotan utama.

“AI akan memicu revolusi industri baru. Semua produk dan bisnis akan dibentuk kembali,” ujar Gong Ke, pemimpin riset untuk topik-topik di Forum Davos Musim Panas 2025. Dia menambahkan bahwa saat ini, teknologi yang cerdas dan ramah lingkungan sedang mengubah industri tradisional sembari menciptakan permintaan baru yang luas.

Sepuluh teknologi baru teratas tahun 2025 yang diumumkan di Forum Davos Musim Panas diperkirakan akan mencapai dampak nyata dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Pengindraan kolaboratif dan watermarking generatif termasuk dalam daftar sepuluh teknologi terobosan yang patut diperhatikan.

“Teknologi-teknologi ini perlu diterapkan secara luas, agar semua orang dapat merasakan manfaatnya,” kata Javier Garcia-Martinez, profesor dari Universitas Alicante di Spanyol.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI di China sangat pesat. Yan Bing, wakil dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Nankai, menyatakan bahwa industri AI China telah melampaui 700 miliar yuan (1 yuan = Rp2.271) atau sekitar 97,7 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.292) pada 2024, mempertahankan pertumbuhan tahunan lebih dari 20 persen selama bertahun-tahun, dan penerapan AI mencakup sektor manufaktur, layanan kesehatan, tata kelola kota, dan banyak bidang lainnya.

“China sedang mendorong transformasi global dengan inovasi dan momentum digital,” ujar Yan.

Cao Bin, ketua Fitow (Tianjin) Detection Technology Co., Ltd., menyatakan bahwa mereka dapat menganalisis lebih dari 30 jenis data waktu nyata dengan AI dan membuat simulasi sistem kembar digital hanya dalam satu menit. Solusi ini telah diadopsi oleh banyak produsen mobil di seluruh China.

Seiring dengan peningkatan pada model dasar dan pengalaman produk, AI menjadi semakin ramah pengguna dan menunjukkan nilai praktisnya dalam situasi darurat yang kompleks, kata Shen Dou, wakil presiden eksekutif Baidu.

Laporan kerja pemerintah China yang dirilis awal tahun ini menyerukan penerapan luas model AI skala besar serta pengembangan dinamis terminal pintar generasi baru dan peralatan manufaktur cerdas, termasuk kendaraan energi baru (NEV) yang terhubung cerdas, ponsel dan komputer yang mendukung AI, serta robot cerdas.

Saat ini, industri tradisional di China juga mulai mengadopsi AI. Berbeda dengan pabrik konvensional yang umumnya berdebu dan berantakan, pabrik komponen prapabrikasi untuk Jalur Kereta Lanzhou-Hezuo tampil bersih dan cerdas. Di pabrik ini, lengan robotik yang terhubung dengan jaringan 5G mengangkut material, sementara robot penyusun menata komponen dengan presisi.

“Dengan memproduksi 5.300 bagian prapabrikasi setiap hari, lini pintar ini meningkatkan efisiensi empat kali lipat dibanding metode tradisional,” kata Gao Hongyi, manajer proyek di China Railway 18th Bureau Group.

Ada minat yang besar di dunia terhadap ekosistem inovasi di China, terutama terkait transisi energi, ekosistem energi secara keseluruhan, dan juga teknologi tinggi, kata Mirek Dusek, direktur pelaksana Forum Ekonomi Dunia.

Exit mobile version