Gubernur Jawa Tengah Dorong Fatayat NU Aktif dalam Program Kecamatan Berdaya
Tegal (BERITA HARIAN ONLINE) – Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, mengajak organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama untuk berinovasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui inisiatif program Kecamatan Berdaya.
Dalam acara peringatan Harlah ke-75 dan Halal bihalal Fatayat NU Jateng di Tegal, Jawa Tengah, pada hari Minggu, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah provinsi. Diperlukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, pemangku kepentingan, serta organisasi masyarakat.
“Di provinsi, kami telah memiliki program Kecamatan Berdaya yang melibatkan perempuan dalam program ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Gubernur mengajak Fatayat NU untuk turut serta mengembangkan program Kecamatan Berdaya di setiap kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Gagasan ini menjadikan kecamatan sebagai pusat untuk memberdayakan kelompok perempuan, anak-anak, pemuda, penyandang disabilitas, dan lainnya.
“Melalui program ini, Pemprov Jateng bekerja sama dengan dinas terkait dan beberapa kementerian untuk memberikan program pemberdayaan. Kami juga siap menerima masukan dari Fatayat NU guna mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Mantan Kapolda Jateng ini menambahkan bahwa rencana pembangunan jangka menengah daerah telah ditetapkan, dengan fokus pada 2025 untuk infrastruktur.
“Pada 2026, fokusnya akan diarahkan pada swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan yang harus diselesaikan secara menyeluruh,” tambahnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, menyatakan bahwa menjadi perempuan berdaya dan berkarya bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik di ranah publik maupun sebagai ibu rumah tangga.
“Menjadi ibu rumah tangga tidak hanya menyelesaikan pekerjaan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas karena harus membentuk generasi penerus bangsa. Kami siap mendukung program pemerintah, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan stunting,” ujarnya.