Aktivitas Erupsi Gunung Dukono di Kamis Pagi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan adanya aktivitas letusan dari Gunung Dukono di Halmahera Utara pada Kamis, tepatnya pukul 06.12 WIT.
Menurut Bambang Sugiono, petugas Vulkanologi dari ESDM, kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncaknya atau sekitar 2.587 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dan memiliki intensitas tebal yang bergerak ke arah barat laut,” ungkap Bambang dalam pernyataannya di laman resmi Kementerian ESDM, Kamis.
Ia menambahkan bahwa sampai laporan ini dikeluarkan, aktivitas erupsi di gunung tersebut masih terus berlangsung.
Dengan kondisi ini, ESDM memberikan sejumlah rekomendasi demi keselamatan masyarakat. Pertama, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan disarankan untuk tidak melakukan kegiatan apapun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Kedua, mengingat letusan yang disertai abu vulkanik sering kali terjadi secara berkala dan arah penyebarannya sangat dipengaruhi oleh angin, warga yang berada di sekitar Gunung Dukono dianjurkan selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut.
“Hal ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari dampak paparan abu vulkanik,” demikian kutipan dari keterangan ESDM.
Bambang mengungkapkan bahwa pihak berwenang terus memonitor perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Indonesia adalah salah satu negara yang terletak di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, sebuah jalur cincin yang mengelilingi tepian Samudra Pasifik dan dikenal sebagai daerah dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia.
Pada kawasan ini, terjadi pertemuan lempeng-lempeng bumi yang memicu tingginya potensi gempa bumi dan aktivitas vulkanik.
Sebagai bagian dari cincin ini, Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung api aktif yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kondisi ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap erupsi gunung api, gempa bumi, dan bahkan tsunami.