Perkembangan Humaniora: Kasus Pelecehan hingga Pengelolaan Dana
Jakarta – Berbagai berita humaniora yang menjadi sorotan pada hari Rabu masih relevan untuk diperhatikan pagi ini. Dari dugaan pelecehan oleh dokter kandungan di Garut hingga permasalahan dana Makan Bergizi Gratis.
Berita lainnya mencakup rencana lokasi Sekolah Rakyat dan izin edar obat untuk gejala vasomotor (VMS). Berikut adalah rangkuman berita-berita tersebut.
Pelecehan oleh Dokter Obgyn
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan terhadap ibu hamil oleh dokter kandungan di Garut, Jawa Barat. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk asesmen lebih lanjut.
Izin Edar Obat VMS
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin edar pertama untuk obat gejala vasomotor dengan zat aktif fezolinetant dalam waktu 54 hari kerja. Kondisi ini sering dialami perempuan menopause dengan gejala seperti hot flashes.
Rencana Sekolah Rakyat
Menurut Menteri Sekretaris Negara, terdapat rencana untuk memanfaatkan 53 lokasi Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026. Langkah ini diungkapkan dalam rapat koordinasi penyediaan sarana di Kementerian Pekerjaan Umum.
Penyebab Kematian Tertinggi
Stroke dan penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di daerah seperti Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menteri Kesehatan menekankan pentingnya penanganan penyakit ini di rumah sakit daerah.
Isu Dana MBG
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, dugaan penyelewengan dana program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Selatan merupakan masalah internal yayasan dan mitranya. Dana telah disalurkan dengan sistem keamanan oleh BGN.