Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Kejaksaan Agung: Kerugian Negara dari Kasus Sritex Mencapai Rp1,088 Triliun

Kejaksaan Agung: Kerugian Negara dari Kasus Sritex Mencapai Rp1,088 Triliun

Jumlah pasti kerugian keuangan negara sedang dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa kerugian negara akibat pemberian kredit oleh tiga bank daerah kepada PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dan anak perusahaannya mencapai Rp1 triliun.

“Mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp1.088.650.808.028,” ungkap Nurcahyo Jungkung Madyo, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, pada Selasa dini hari.

Nurcahyo menambahkan bahwa jumlah pasti kerugian keuangan negara sedang dalam proses penghitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Sebelumnya, Kejagung menyebut bahwa PT Sritex memperoleh pinjaman dari tiga bank daerah, yakni Bank BJB; Bank DKI Jakarta; dan Bank Jateng, serta dari sindikasi bank dengan total mencapai Rp3,5 miliar.

Jumlah ini didapat dari total tagihan yang belum dilunasi oleh PT Sritex hingga Oktober 2024.

Untuk kredit dari bank daerah, Sritex memperoleh dari Bank Jateng sebesar Rp395.663.215.800,00, dari Bank BJB sebesar Rp543.980.507.170,00, dan dari Bank DKI Jakarta sebesar Rp149.007.085.018,57.

Jika dijumlahkan, total keseluruhannya adalah sekitar Rp1,088 triliun.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus ini, antara lain DS (Dicky Syahbandinata) yang menjabat sebagai Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) pada tahun 2020, ZM (Zainuddin Mappa) sebagai Direktur Utama PT Bank DKI tahun 2020, dan ISL (Iwan Setiawan Lukminto) sebagai Direktur Utama PT Sritex dari tahun 2005 hingga 2022.

Selain itu, AMS (Allan Moran Severino) sebagai Direktur Keuangan PT Sritex dari tahun 2006 hingga 2023, BFW (Babay Farid Wazadi) sebagai Direktur Kredit UMKM yang juga merangkap Direktur Keuangan Bank DKI Jakarta dari tahun 2019 hingga 2022, PS (Pramono Sigit) sebagai Direktur Teknologi Operasional Bank DKI Jakarta dari tahun 2015 hingga 2021, dan YR (Yuddy Renaldi) sebagai Direktur Utama Bank BJB dari tahun 2019 hingga Maret 2025.

Selanjutnya, BR (Benny Riswandi) sebagai Senior Executive Vice President Bisnis Bank BJB dari tahun 2019 hingga 2023, SP (Supriyatno) sebagai Direktur Utama Bank Jateng dari tahun 2014 hingga 2023, PJ (Pujiono) sebagai Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng dari tahun 2017 hingga 2020, dan SD (Suldiarta) sebagai Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng dari tahun 2018 hingga 2020.

Exit mobile version