Kemenag Himbau Petugas Gunakan Media Sosial Secara Bijak, Bukan Untuk Pamer
Kehadiran petugas haji bukan untuk pamer, melainkan untuk melayani jamaah dengan sepenuh hati
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, menegaskan kepada para petugas haji agar bijak dalam memanfaatkan media sosial selama bertugas di Tanah Suci.
Ia mengingatkan bahwa tujuan utama kehadiran petugas haji adalah untuk melayani jamaah dengan sepenuh hati, bukan untuk pamer.
“Penggunaan media sosial harus dilakukan dengan sewajarnya. Tampilkan hal-hal positif, bukan sekadar untuk flexing, karena tugas kita bukan untuk itu,” ujar Hilman saat melepas keberangkatan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada hari Senin.
Dia menambahkan, meskipun tidak ada larangan untuk menggunakan media sosial, penggunaannya harus tetap bijaksana dan tidak mengganggu tugas utama, yaitu melayani jamaah calon haji dari Indonesia.
Selain itu, petugas diminta untuk tetap menjaga komitmen, tidak meninggalkan tugas, dan tidak mengganti seragam selama menjalankan amanah. Akan ada sanksi jika petugas tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau keluar dari aturan yang ada.
“Pergi ke kota lain dan melepas seragam adalah pelanggaran yang akan mendapatkan sanksi berat. Itu tidak boleh dilakukan oleh petugas,” kata Hilman.
Pemerintah sebelumnya telah resmi melepas keberangkatan petugas haji gelombang pertama musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi yang akan bertugas di Arab Saudi, khususnya di daerah kerja (Daker) Madinah dan Bandara.
“Untuk petugas PPIH Arab Saudi yang non-kloter, saat ini kami memberangkatkan 388 orang,” tambah Hilman Latief.
Hilman juga menyampaikan bahwa untuk persiapan haji tahun 2025, Kemenag telah mengirim tim pendahulu beberapa hari yang lalu. Tim ini bertugas berkoordinasi lebih awal mengenai kesiapan tempat, hotel, katering, dan transportasi.
Sementara itu, petugas haji yang berangkat hari ini akan bersiap menyambut kedatangan jamaah di Bandara serta di hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi (Markaziah).
“Mereka harus memastikan semua infrastruktur telah siap. Ketika jamaah tiba, mereka akan disambut di Bandara, dan kemudian diarahkan ke hotel yang telah ditentukan,” jelas Hilman.