Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Kolaborasi Kemendukbangga dan UNJ dalam Memperkuat Pendidikan Kependudukan

Kolaborasi Kemendukbangga dan UNJ dalam Memperkuat Pendidikan Kependudukan

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjalin kolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka mengarusutamakan topik kependudukan dalam pendidikan.

Kepala BKKBN, Wihaji, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Kamis, berharap agar studi kependudukan dapat menjadi perhatian dalam dunia akademik, mengingat isu tersebut tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah secara mandiri.

“Kami berencana merekomendasikan ASN untuk melanjutkan studi di UNJ, khususnya dalam program studi kependudukan, karena saat ini perguruan tinggi yang menaruh perhatian pada program keluarga adalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Jika UNJ menaruh perhatian pada program studi kependudukan, ini bisa menjadi opsi bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan S2 atau S3,” ungkapnya.

Wihaji menjelaskan, saat ini Kemendukbangga memiliki sekitar 18 ribu ASN dan lebih dari 600 ribu tenaga di lapangan, termasuk tim pendamping keluarga (TPK). Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen ASN merupakan lulusan dari luar negeri.

Kemendukbangga juga memerlukan dukungan dari perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah, karena saat ini sedang menyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), yaitu peta jalan pembangunan kependudukan Indonesia untuk jangka panjang.

“Ide dan masukan dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan, karena pemerintah daerah yang akan melaksanakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, Riset dan Inovasi Sekolah Pascasarjana, Arita Mawni, menyatakan bahwa UNJ akan menjalin kerjasama dengan Kemendukbangga untuk mendorong masyarakat agar tertarik pada bidang kependudukan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Saat ini, UNJ memiliki program doktor (S3) Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan sembilan jurusan, sementara program pascasarjana (S2) Pendidikan Lingkungan Hidup memiliki 14 jurusan.

Exit mobile version