Kemenhub Tegaskan Penguatan Integrasi Transportasi di Indonesia
“Kami perlu bimbingan dan pendampingan dari kalangan akademisi termasuk dari ITL Trisakti, agar program yang kami susun tetap berada di jalur yang benar,” ujar Risal Wasal.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) Kementerian Perhubungan bertekad untuk meningkatkan integrasi transportasi nasional, dimulai dari simpul utama, lokasi wisata, wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan), pusat produksi pangan, dan daerah metropolitan.
“DJITM akan menargetkan pengembangan integrasi pada simpul utama, dukungan pada kawasan wisata prioritas, dukungan di wilayah 3TP, serta dukungan untuk daerah metropolitan dan pusat produksi pangan,” ungkap Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Dirjen ITM) Kemenhub, Risal Wasal, saat mengunjungi Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti di Jakarta, Selasa.
Risal menjelaskan kunjungannya ke Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti bertujuan untuk mendiskusikan tantangan integrasi transportasi dan multimoda di Indonesia.
Menurutnya, untuk mengelola hal tersebut, DJITM Kemenhub perlu mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi.
“Kami perlu bimbingan dan pendampingan dari kalangan akademisi termasuk dari ITL Trisakti, agar program yang kami susun tetap berada di jalur yang benar dan sesuai rencana,” kata Risal.
Ia menyatakan kunjungannya ke ITL Trisakti adalah langkah awal untuk memperkenalkan DJITM sekaligus membahas pengelolaan layanan transportasi terintegrasi dari sudut pandang akademik.
Menurut Risal, definisi tentang integrasi dan konektivitas perlu diperjelas dan disesuaikan dengan kondisi serta kenyataan di lapangan.
Pertemuan tersebut menyoroti berbagai isu penting, termasuk definisi dan standar kebutuhan Transit Oriented Development (TOD) yang menjadi pedoman dalam pengembangan sistem transportasi terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Selain itu, dibahas juga posisi sistem logistik nasional (Sislognas) dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sitranas), penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), dan upaya untuk memastikan penyelenggaraan transportasi yang lebih lancar.
“Masukan dari Dekan, Kaprodi, dan dosen ITL Trisakti akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan (MoU) penguatan SDM DJITM dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh ITL Trisakti serta menyusun standar integrasi dan logistik bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor ITL Trisakti, Yuliantini, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dalam memajukan sektor transportasi di Indonesia.
“Tim kami sudah memberikan beberapa masukan dan insya Allah kami siap membantu Ditjen ITM ke depannya. Kami berharap semua aturan atau standar yang akan ditetapkan oleh Ditjen ITM dapat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini,” ujar Yuliantini.