KemenPPPA: Banyak Orang Tua Menolak Mengakui Anak Mereka Mengalami Autisme
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menunjukkan keprihatinannya terhadap banyak orang tua yang enggan menerima kenyataan bahwa anak mereka mengalami autisme.
“Saya masih melihat banyak orang tua, tidak hanya mereka yang kurang beruntung, tetapi juga yang sudah terdidik, kadang-kadang menutup diri untuk menerima bahwa anak mereka adalah anak yang sama berharga dengan yang lain dan layak dihargai,” ujar Veronica Tan di Jakarta, Kamis.
Dalam Media Talkshow bertajuk “Autisme Bukan Hambatan: Dukungan dan Inovasi dalam Menciptakan Peluang Kerja” yang diselenggarakan di Sekretariat ASEAN, Veronica mengatakan bahwa penyangkalan ini membuat orang tua menyekolahkan anak mereka di sekolah umum.
“Mereka menyekolahkan anak-anak autis ke sekolah biasa karena penolakan tersebut. Kasihan anak-anak itu, padahal kita memiliki tempat-tempat yang memberikan pendidikan khusus bagi mereka di lingkungan yang lebih tepat,” jelas Veronica Tan.
Veronica juga menekankan pentingnya deteksi dini sebagai bagian dari peta jalan pengasuhan anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, jika orang tua masih menutup diri, maka proses deteksi dini tidak akan berjalan optimal.
“Rencana untuk deteksi awal dan memberikan edukasi kepada orang tua yang mungkin belum menerima kondisi anak mereka sangat penting. Biasanya mereka menyangkal, merasa malu, dan akhirnya menutupi kondisi ini,” katanya.
Veronica menambahkan bahwa menerima kondisi anak adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan diri orang tua, mengingat bahwa setiap anak, termasuk yang autis, adalah individu yang layak dicintai dan dihargai.
Dia juga mendorong masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap anak-anak autis.
Anak-anak autis bukanlah beban, tetapi bagian dari keberagaman yang perlu dipahami.
“Mereka layak untuk dicintai juga dan tidak boleh dibedakan. Menerima anak dengan autisme adalah hal yang wajar. Tidak perlu ditutupi,” kata Wamen PPPA.