Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Mengenali Tanda-Tanda ‘Post-Vacation Blues’

kenali gejala post vacation blues

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Mudik telah berakhir, dan perjalanan pulang ke kota masing-masing telah dilaksanakan.

Sekarang, rutinitas harian kembali menunggu, mulai dari pekerjaan hingga tugas rumah yang sempat tertunda.

Namun, ada perasaan kosong yang muncul setelah momen menyenangkan bersama keluarga besar berlalu. Rasa malas, sedih, bahkan enggan untuk kembali ke kegiatan sehari-hari mulai terasa, meskipun libur sudah cukup lama.

Keadaan ini dikenal dengan istilah post-vacation blues atau sindrom setelah liburan.

Meskipun belum dianggap sebagai gangguan kesehatan mental secara klinis, kondisi ini menggambarkan suasana hati yang cenderung muram atau sedih setelah liburan usai.

Apa itu post-vacation blues?

Post-vacation blues adalah perasaan sedih, kehilangan semangat, atau bahkan stres yang muncul setelah seseorang kembali dari liburan. Istilah ini dikenal sejak tahun 1950-an dan sering juga disebut sebagai holiday syndrome atau post-holiday blues.

Walau bukan diagnosis medis resmi, post-vacation blues bisa berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bisa mempengaruhi hubungan sosial, konsentrasi di tempat kerja, dan semangat dalam menjalani rutinitas.

Mengapa post-vacation blues terjadi?

Ada beberapa alasan mengapa setelah liburan kita merasa murung atau kehilangan semangat. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Kembali ke rutinitas yang menekan

Liburan sering kali menjadi waktu untuk melepaskan diri dari semua kesibukan dan tekanan. Namun, saat kembali ke rutinitas harian seperti pekerjaan, tugas rumah, atau sekolah, semua tanggung jawab itu datang kembali sekaligus. Tidak mengherankan jika merasa berat dan malas memulai hari.

2. Harapan berlebihan saat liburan

Liburan sering membuat kita merasa lebih bahagia, tenang, dan jauh dari stres. Namun, sayangnya, efek positif tersebut tidak bertahan lama. Begitu kembali ke kenyataan dan rutinitas sehari-hari, semua perasaan senang itu bisa cepat hilang dan malah digantikan rasa kecewa atau lelah.

3. Belum siap secara mental

Peralihan dari suasana santai selama liburan ke kehidupan nyata memang membutuhkan waktu. Jika transisinya terlalu cepat atau tanpa persiapan, tubuh dan pikiran bisa ‘kaget’ dan menyebabkan kita merasa tak bersemangat atau lebih sensitif.

4. Stres yang belum terselesaikan

Kadang, liburan menjadi cara untuk ‘kabur’ sejenak dari masalah yang ada, seperti tekanan di tempat kerja, konflik pribadi, atau hal lain yang membuat stres. Namun, saat liburan usai, kita harus kembali menghadapi semua itu. Akibatnya, stres yang sempat terlupakan muncul lagi, bahkan terasa lebih berat.

5. Efek fisik dari liburan

Tidak semua liburan membuat kita segar. Jika waktu libur diisi dengan aktivitas padat, kurang tidur, makan berlebihan, atau kelelahan karena perjalanan, tubuh justru bisa kelelahan. Kondisi fisik yang tidak fit ini ikut mempengaruhi suasana hati saat kembali ke aktivitas sehari-hari.

Gejala yang mungkin dirasakan

Beberapa gejala umum yang terjadi saat mengalami post-vacation blues antara lain:

Exit mobile version