Khofifah Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul yang Rusak Akibat Lahar Semeru
Apabila tanggul tersebut tidak segera dibangun, area persawahan juga pasti akan terdampak. Rumah warga pun berisiko terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar berikutnya…
Lumajang, Jawa Timur (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) bergegas memperbaiki tanggul yang rusak akibat lahar hujan dari Gunung Semeru, karena mengancam permukiman warga di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang.
“Kami tidak tinggal diam. Saya sudah memerintahkan agar tim teknis segera turun ke lapangan dengan target tiga bulan untuk memperkuat tanggul secara permanen,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam pernyataan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.
Khofifah telah turun langsung memantau lokasi dan menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan mengawal penuh penanganan darurat ini, termasuk mempercepat perbaikan tanggul melalui Dinas Pekerjaan Umum Jatim.
Khofifah menegaskan pentingnya percepatan penanganan untuk menghindari dampak berlipat, seperti area persawahan yang rentan terkena banjir lahar dingin serta kawasan permukiman warga.
“Pentingnya percepatan perbaikan, meski saat ini terkendala cuaca yang tidak menentu. Saya berharap situasi membaik sehingga pengerjaan dapat selesai dalam waktu tiga bulan,” tuturnya.
Pemprov Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp10,5 miliar untuk perbaikan tanggul yang saat ini berada dalam kondisi kritis karena kerusakan tanggul sepanjang 280 meter di sisi utama dan tanggul pengarah lainnya berpotensi mengancam permukiman dan lahan pertanian masyarakat.
“Apabila tanggul tersebut tidak segera dibangun, persawahan pasti akan terdampak. Rumah warga pun berisiko terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar berikutnya, sehingga dampaknya sangat luas, dan itu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Khofifah.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jatim dan kunjungan Gubernur Khofifah menjadi bukti sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menghadapi tantangan infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana seperti Lumajang.
“Langkah cepat tersebut sangat berarti bagi masyarakat sekitar yang selama ini hidup dalam kecemasan akibat rusaknya sistem pengendalian air. Pemkab Lumajang pun terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk mengajak para pelaku usaha tambang untuk terlibat dalam upaya mitigasi bencana,” tuturnya.
Tanggul sepanjang dua kilometer di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro itu rusak parah sekitar 300 meter akibat terjangan lahar dingin pada April 2025, sehingga mengancam keselamatan 272 kepala keluarga dengan 1.027 jiwa dan lahan pertanian seluas 165 hektare.