Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Komisi XIII: MoU Helsinki Dapat Diadaptasi untuk Perdamaian di Papua

komisi xiii sebut mou helsinki bisa diterapkan untuk perdamaian papua

Komisi XIII: MoU Helsinki Dapat Diadaptasi untuk Perdamaian di Papua

Banda Aceh (BERITA HARIAN ONLINE) – Sugiat Santoso, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, menyatakan bahwa pengalaman perdamaian Aceh melalui MoU Helsinki bisa menjadi acuan dalam upaya menyelesaikan konflik yang masih berlangsung di Papua.

Sugiat Santoso menegaskan, “Jika di Aceh telah terjadi rekonsiliasi antara GAM dan NKRI, tidak ada alasan mengapa hal serupa tidak bisa diterapkan di Papua,” ucapnya di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Sugiat Santoso saat kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI ke kantor perwakilan Komnas HAM Aceh, di Banda Aceh.

Ia berharap, keberhasilan MoU Helsinki di Aceh bisa dijadikan proyek percontohan dalam menyelesaikan konflik di daerah lain di Indonesia.

Menurut Sugiat, Komnas HAM dapat bekerja sama dengan Komisi XIII untuk mempelajari penyelesaian konflik di Aceh, sehingga dapat membuka peluang perdamaian di Papua.

Sugiat menjelaskan, “Bagaimana nanti Komnas HAM bersama Komisi XIII dapat memprakarsai atau membuka jalan damai di Papua dengan mempelajari apa yang telah terjadi di Aceh,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa perjanjian damai Aceh melalui MoU Helsinki adalah sejarah positif yang bisa direplikasi di Papua. Langkah ini penting mengingat eskalasi konflik di Papua telah memakan banyak korban.

Oleh karena itu, tambah Sugiat, semua pihak di tingkat nasional perlu mendorong rekonsiliasi dan mengambil pelajaran dari penyelesaian konflik Aceh.

Terlebih lagi, Komisi XIII bersama Komnas HAM telah sepakat untuk fokus dalam membangun peta jalan damai di Papua agar konflik tidak berkepanjangan dan menghindari jatuhnya korban lebih banyak.

Sugiat menambahkan, “Dari Aceh, kita perlu mengonsolidasikan kekuatan pegiat HAM, menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara harus senantiasa hadir di tengah rakyat saat menghadapi ketidakadilan dan memperjuangkan kebenaran. Ini sangat penting,” demikian disampaikan oleh Sugiat Santoso.

Exit mobile version