Menag: ASN Kemenag Harus Menjadi Teladan Etika, Tidak Hanya Ahli
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti bahwa pegawai negeri sipil di bawah Kementerian Agama harus tidak hanya mengutamakan profesionalisme dalam menjalankan tugas, tetapi juga menjaga martabat lembaga sebagai penjaga etika bangsa.
“ASN Kemenag memiliki kedudukan yang mulia karena kita terikat bukan hanya oleh peraturan formal dari undang-undang, tetapi juga oleh peran Kemenag sebagai penjaga etika bangsa. Sebagai penjaga nilai moral, kita harus menjadi teladan,” ujar Nasaruddin dalam acara pelatihan dasar Calon PNS dan orientasi PPPK Kemenag, di Jakarta, Senin.
Nasaruddin menggambarkan ASN Kemenag sebagai representasi ideal dari keteladanan yang bersih dan luhur di masyarakat.
Mengacu pada pendapat cendekiawan Muslim Dr. Hamka yang mengatakan bahwa Kemenag adalah seperti kanvas putih. Jika ada setitik noda, itu akan tampak sangat jelas.
“Masyarakat membayangkan ASN Kemenag seperti malaikat. Tidak boleh melakukan kesalahan, meskipun kita manusia biasa. Ini adalah tantangan terbesar,” jelasnya.
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai yang sering dikaitkan dengan ASN seperti akhlak, akuntabilitas, kompetensi, harmoni, loyalitas, adaptasi, dan kolaborasi, belum mencukupi. ASN Kemenag, menurutnya, harus memiliki nilai moral dan spiritual yang lebih tinggi.
“ASN Kemenag harus memiliki keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, rasa cukup, amanah, dan beradab, serta mampu tersenyum di saat duka. Ini adalah sifat-sifat ilahiah yang seharusnya dimiliki,” katanya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan bahwa menjalankan tugas sebagai ASN Kemenag bukanlah hal yang mudah. ASN Kemenag tidak hanya bekerja selama jam kerja. Bahkan setelah pulang, seringkali terlibat dalam tugas keagamaan.
“Bisa menjadi muazin, imam, penceramah, dan tempat konsultasi masyarakat. Beban moral dan sosialnya berat,” ujarnya.
Ia juga mengangkat pentingnya menjaga citra dan etiket berpakaian sebagai ASN Kemenag.
“Jika orang biasa ke pasar dengan celana pendek, mungkin itu tidak masalah. Tetapi bagi ASN Kemenag, itu menyangkut kehormatan. Pergi ke masjid dengan jeans dan kaus oblong juga tidak pantas,” tambahnya.