Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 dalam memperkuat dan memastikan perlindungan bagi aktor dan pekerja film.
“Perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Parfi 56 tentang kerja sama sistem keagenan sebagai wujud upaya bersama dalam memastikan perlindungan bagi para pekerja film Indonesia,†ujar Menbud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, bahwa Kementerian Kebudayaan akan mendukung kesejahteraan para pekerja seni serta menghadirkan langkah-langkah dalam menghadirkan ekosistem perfilman yang berkelanjutan.
Pihaknya akan hadir sebagai instrumen dalam memajukan kebudayaan Indonesia.
Fadli juga mengapresiasi insan perfilman Indonesia dan Parfi 56 yang memajukan budaya Indonesia melalui film.
“Saya percaya melalui film dapat terwujud pengembangan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang memperteguh jati diri bangsa serta memperkokoh persatuan dan kesatuan,†ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketengagakerjaan Wilayah 1 DKI Jakarta Denny Yusyulian mengatakan, manfaat program jaminan sosial yang dapat diakses oleh pekerja film melalui mekanisme keagenan diperkenalkan dalam kerja sama yang dijalin.
Upaya ini, ujarnya dilakukan untuk mengingatkan kesejahteraan seluruh pekerja seni di Indonesia.
“Terima kasih atas kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Parfi 56. Negara hadir untuk memberikan pengobatan-pengobatan pada saat seniman terkena musibah dan memberikan bantuan pada saat seniman tersebut meninggal dunia. Kami berharap ke depannya bisa terus memberikan kesejahteraan kepada pekerja seni di Indonesia,†ujar Denny.
Ketua Umum Parfi 56 Marcella Zalianty mengatakan bahwa kerja sama yang terjalin dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi komitmen dalam memajukan ekosistem film Indonesia.
“Saya menghaturkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap perfilman Indonesia dan saya hanya ingin menyatakan bahwa Parfi membuka diri untuk menjadi rumah perjuangan bagi insan film Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak yang dapat diterima oleh kru film dari BPJS,†ujar Marcella.