Madinah – Mengenang Jejak Nabi Muhammad di Masjid Quba
Di bawah terik matahari menjelang Dhuhur, sekelompok jamaah dari Indonesia memasuki halaman Masjid Quba. Dua orang dari kelompok tersebut bergerak lebih cepat, meninggalkan rombongan di belakang, dan memasuki area di mana burung-burung merpati berkumpul.
Ketika mereka melintas, segerombolan burung terbang, sementara lainnya tetap bertengger. Seorang yang berteduh di sisi kanan bangunan mendekati mereka dan menawarkan makanan burung.
“Makanan burung, silakan,” ujarnya sambil memberikan pakan. Dia mengenali mereka dari Indonesia berkat songkok hitam yang dikenakan beberapa anggota rombongan.
Rombongan langsung menuju tempat wudhu, dengan beberapa singgah di toilet sebelum melaksanakan shalat. Wawan Irawan, seorang haji dari Jakarta, mengatakan ia mampir ke Masjid Quba untuk melaksanakan Shalat Dhuhur dan shalat sunnah sebelum menuju Masjid Nabawi.
“Masya Allah, sangat syahdu saat beribadah di dalam, terutama setelah menempuh perjalanan empat jam dari Jeddah,” ujar Wawan seusai Shalat Dhuhur. Ia juga berdoa dan mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Hardi, haji dari Gresik, menyatakan bahwa ia ingin shalat di masjid ini karena keistimewaannya sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad.
“Kami datang dari Makkah, dengan 14 orang dalam rombongan, semua mampir di sini,” katanya.
Sudrajat, haji dari Bogor, menuturkan bahwa ini adalah kunjungannya yang kedua ke Masjid Quba, setelah sebelumnya datang pada 2014. “Dulu tempat ini terasa lebih kecil. Sekarang fasilitas wudhunya sudah lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan dari Wawan, Hardi, dan Sudrajat menunjukkan bahwa Masjid Quba merupakan destinasi penting bagi jamaah haji dan umrah dari Indonesia. Mereka ingin merasakan jejak Nabi Muhammad dalam mendirikan masjid pertama ini, yang berlokasi di 3493 Al Hijrah Rd, Al Khatim, Madinah.
Masjid ini menjadi salah satu tempat wajib dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Meski mirip dengan masjid lainnya di Arab Saudi, Masjid Quba memiliki keamanan ketat dan pengunjung diharuskan melepas alas kaki sebelum masuk.
Masjid Quba dilengkapi dengan ruang shalat utama yang luas, ditambah area pendukung seperti ruang sekretariat, toko, dan perpustakaan. Meski halaman tengah terik, suasana di dalam tetap sejuk dengan pintu yang selalu terbuka menyambut jamaah.
Masjid ini mampu menampung 66 ribu jamaah dan memiliki empat menara serta enam kubah. Pembangunannya dimulai oleh Nabi Muhammad pada 23 September 622 Masehi, ketika beliau berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Masjid Quba, yang mengambil nama dari desa setempat, dibangun atas dasar takwa, sesuai dengan Al Quran Surat At Taubah ayat 108. Diketahui pula bahwa Nabi Muhammad sering mengunjungi masjid ini setiap Sabtu.
Meski tidak langsung terkait, Masjid Quba memiliki hubungan erat dengan pelaksanaan Shalat Jumat pertama oleh Nabi Muhammad, yang dilaksanakan di sebuah lembah saat perjalanan menuju Yathrib.
Dengan semua keistimewaannya, Masjid Quba menjadi salah satu destinasi penting bagi jamaah haji dan umrah. Di sini, kita bisa kembali mengenang perjuangan Nabi Muhammad selama perjalanan hijrah, termasuk tiga hari bersembunyi di Goa Tsur untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy.
Masjid Quba tetap menjadi bukti nyata jejak Nabi Muhammad hingga saat ini.