Menko Airlangga: Kesepakatan BRICS Memperkuat Multilateralisme
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kesepakatan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang tertuang dalam Deklarasi Pemimpin mampu memperkuat multilateralisme dan memajukan reformasi dalam tata kelola global.
Deklarasi Pemimpin menitikberatkan pada memperkokoh multilateralisme, perdamaian dunia, kerjasama ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Hasil dari pertemuan tersebut, salah satunya adalah Deklarasi Pemimpin, yang berisikan beberapa poin penting terkait penguatan multilateralisme serta reformasi tata kelola global,” ungkap Airlangga dalam pernyataannya yang diambil di Jakarta pada hari Senin.
Poin berikutnya menyoroti penguatan perdamaian dan stabilitas internasional, serta memperdalam kerjasama di sektor ekonomi, perdagangan, dan keuangan.
Menurut Airlangga, bagi Indonesia agenda ini sangat penting untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk domestik dan meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“Poin kedua ini krusial bagi Indonesia di tengah ketidakpastian saat ini. BRICS diharapkan dapat menjadi pasar yang menyerap produk-produk Indonesia,” kata Menko.
Lebih lanjut, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa poin ketiga dalam deklarasi mencakup komitmen terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan yang berkelanjutan, adil, dan inklusif.
Negara-negara BRICS bersepakat bahwa transisi energi dan pembangunan hijau harus mempertimbangkan keadilan bagi negara-negara berkembang.
Poin keempat dari Deklarasi Pemimpin adalah memperkuat kemitraan di bidang pembangunan manusia, sosial, dan kebudayaan.
Indonesia memandang kerjasama ini penting untuk mendorong transformasi sosial yang setara dan saling menguatkan di antara negara anggota.
“Ini adalah salah satu hasil dari Deklarasi Pemimpin,” tambahnya.