Kunjungan Mensos ke Rumah Calon Peserta Sekolah Rakyat di Probolinggo
Di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyempatkan diri untuk datang ke rumah seorang calon siswa Sekolah Rakyat. Calon siswa tersebut adalah Sugita Vania Apsari, pelajar kelas VI di SD Mangunharjo XII, yang berencana melanjutkan ke jenjang SMP melalui program Sekolah Rakyat.
“Proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat dilaksanakan oleh tim khusus yang melibatkan berbagai elemen, termasuk Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten atau kota setempat,” ujar Gus Ipul, sebutan akrab Mensos, dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Probolinggo, Kamis lalu.
Ia menjelaskan bahwa tim seleksi ini terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos, Badan Pusat Statistik (BPS), serta RT/RW setempat. Nantinya, data tersebut akan ditandatangani oleh kepala daerah.
“Setelah data dikirim ke kami dan dipelajari, jika semuanya sudah jelas dan lengkap, calon siswa tersebut otomatis akan menjadi peserta didik di Sekolah Rakyat,” lanjutnya.
Sugita Vania Apsari menyampaikan kegembiraannya karena dapat bersekolah di Sekolah Rakyat, mengingat semua kebutuhan sekolahnya akan ditanggung oleh pemerintah, sehingga tidak membebani keluarganya.
“Saya bahagia bisa bersekolah di sana. Fasilitasnya bagus dan jika ada kebutuhan sekolah, tinggal meminta,” ujar Gita, yang tinggal bersama ibunya di Jalan Basuki Rahmad Gang Masjid Baiturrahman, Kelurahan Mangunharjo.
Ibu Gita, Lutfia, juga memberikan dukungan penuh kepada putrinya untuk belajar di Sekolah Rakyat agar menjadi mandiri dan meraih prestasi, mengingat putrinya akan tinggal di asrama selama bersekolah.
“Semoga anak saya bisa mandiri dan tidak manja. Semoga dia betah di sana dan dapat meraih prestasi,” kata Lutfia, yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.
Sekolah Rakyat di Probolinggo akan mengombinasikan pendidikan formal dengan penguatan karakter melalui sistem berasrama penuh yang bertempat di Rusunawa Mayangan.