Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Mentan Amran: Jepang Dilanda Krisis, Indonesia Tetap Tangguh dengan Produksi Beras

mentan amran jepang krisis indonesia kokoh dengan produksi beras

Mentan Amran: Jepang Dilanda Krisis, Indonesia Tetap Tangguh dengan Produksi Beras

Ketika pangan mengalami masalah, maka negara pun ikut terpengaruh. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia bersama seluruh pihak terkait harus selalu bersinergi untuk menjamin produksi tetap baik, stok kuat, dan masyarakat tetap bahagia.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia tetap tangguh dalam menjaga ketahanan pangan dengan produksi beras yang semakin kuat, berkat kerjasama antara petani, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, sementara Jepang menghadapi krisis komoditas tersebut.

“Ketika pangan mengalami masalah, maka negara pun ikut terpengaruh. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait harus selalu bersinergi untuk menjamin produksi tetap baik, stok kuat, dan masyarakat tetap bahagia,” ungkap Mentan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Mentan menekankan bahwa isu pangan tidak bisa dianggap remeh karena ketahanan pangan sangat berkaitan dengan ketahanan nasional.

Berbagai strategi telah diimplementasikan untuk memastikan peningkatan produksi di Indonesia, mulai dari optimalisasi lahan hingga pembukaan lahan sawah baru untuk menjamin pangan masa depan.

Selain itu, berbagai regulasi dan kebijakan juga diperkuat untuk menyokong sektor pertanian, mulai dari peningkatan volume pupuk bersubsidi, kemudahan mendapatkan pupuk subsidi bagi petani, hingga penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) beras.

Kinerja pemerintah, termasuk di sektor pertanian, mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Berdasarkan survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas pada 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan kepuasan mereka terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Sebanyak 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi menyatakan puas dengan kinerja pemerintah.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat strategi untuk mendukung swasembada beras dan komoditas utama lainnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

“Produksi kita saat ini sangat baik dan cadangan beras pemerintah (CBP) kita terbesar sepanjang sejarah. Kita optimis target 4 juta ton cadangan beras akan segera tercapai. Insya Allah pangan Indonesia semakin kokoh dan swasembada beras bukan lagi sekadar impian,” ungkap Mentan Amran.

Diketahui, Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto, pada Rabu (21/5) secara resmi mengundurkan diri dari posisinya akibat krisis beras dan ketidakpuasan publik terhadap penanganan pemerintah atas kenaikan harga beras.

Saat ini, Jepang menghadapi krisis beras dan kenaikan harga beras akibat gelombang panas yang merusak panen. Untuk kemasan 5 kilogram, rata-rata harga beras di supermarket kini mencapai 4.268 yen atau sekitar Rp484 ribu.

Di tengah situasi ini, Menteri Taku Eto bergurau tentang “tidak pernah membeli beras” yang dianggap tidak sensitif dan memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba.

Survei opini Kyodo News menunjukkan tingkat dukungan terhadap PM Ishiba anjlok ke titik terendah yaitu hanya sebesar 27,4 persen. Hampir sembilan dari sepuluh responden menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap penanganan pemerintah atas kenaikan harga beras.

PM Ishiba akhirnya menerima pengunduran diri Eto dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik. Sebagai langkah cepat, PM Ishiba segera menunjuk Shinjiro Koizumi untuk menggantikan posisi Eto.

Menurut Mentan Amran, fenomena ini menegaskan bahwa pangan adalah isu strategis yang langsung menyentuh kehidupan rakyat. Di tengah tantangan pangan global, masyarakat menaruh harapan besar pada pemerintah untuk hadir, bersikap, dan memberikan solusi konkret.

Sementara Jepang tengah berupaya menstabilkan sektor pangannya, Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik. Sektor pertanian Indonesia, khususnya komoditas beras, menunjukkan ketahanan yang kuat. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai rekor tertinggi yaitu menembus 3,84 juta ton dalam waktu kurang dari 5 bulan.

Lebih lanjut, menurut laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat United States Department of Agriculture (USDA) dalam Rice Outlook April 2025, produksi beras Indonesia diproyeksikan mencapai 34,6 juta ton, tumbuh 4,8 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Mentan Amran menambahkan, peningkatan jumlah tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara ASEAN lainnya dalam produksi beras. Lonjakan produksi beras tahun ini juga berhasil membalikkan kondisi Indonesia yang sebelumnya sempat melakukan impor.

Exit mobile version