Menteri Pertanian Tegaskan Pentingnya Pemantauan Harian Luas Tambah Tanam
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemantauan harian terhadap luas tambah tanam (LTT) adalah langkah strategis untuk memastikan peningkatan produksi dalam mencapai swasembada pangan.
“Pemantauan LTT harus dilakukan setiap hari untuk menjamin pencapaian target swasembada. Jika ingin kebutuhan pangan terpenuhi, evaluasi harus dilakukan harian, bukan bulanan,” ujar Mentan saat Rapat Terbatas Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT), Optimasi Lahan (Oplah), dan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta Padi Gogo di Jakarta, Rabu.
Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mencapai swasembada pangan dengan target peningkatan signifikan dalam produksi padi nasional pada tahun 2025.
Oleh sebab itu, Mentan menekankan pentingnya pengawasan harian terhadap capaian tanam.
“Alhamdulillah, capaian bulan Maret meningkat dari 900 ribu hektare menjadi lebih dari 1,2 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Ini pencapaian yang bagus, tapi jangan sampai lengah,” katanya.
Mentan menargetkan agar LTT dapat mencapai minimal 1,6 juta hektare, menekankan pentingnya peran semua pihak menjaga ritme tanam.
“Jika target tidak tercapai, kamu yang jadi target,” katanya, merujuk pada para penanggung jawab di lapangan yang harus siap lengser jika target tidak tercapai.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan serapan gabah oleh Perum Bulog yang disebut naik hingga 2.000 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut data BPS, saat ini capaian produksi adalah yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Mentan juga menyoroti tindakan terhadap praktik mafia pangan yang telah menyeret lebih dari 20 tersangka.
“Presiden memerintahkan pemberantasan korupsi dan mafia. Kami bekerja untuk rakyat, berpihak pada rakyat kecil tanpa membedakan suku dan agama, demi tegaknya merah putih di sektor pangan,” jelas Mentan.
Dia menegaskan bahwa evaluasi ini akan dilakukan secara rutin dan intens. Setiap penurunan produksi akan direspons dengan memanggil penanggung jawab program di daerah.
“Ini tentang kerja nyata, bukan sekadar omong kosong,” tegasnya.