Menteri Arifah Khawatir Banyak Anak Tidak Menghafal Lagu-Lagu Nasional
Saat ini, banyak anak-anak kita yang tidak menghafal lagu-lagu nasional. Saya merasa sedih, ketika menanyakan lagu Halo-halo Bandung, beberapa anak tidak bisa menjawab. Begitu pula dengan lagu Berkibarlah Benderaku, mereka tidak hafal.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi merasa khawatir karena banyak anak saat ini tidak menghafal lagu-lagu nasional.
“Saat ini, banyak anak-anak kita yang tidak menghafal lagu-lagu nasional. Saya merasa sedih, ketika menanyakan lagu Halo-halo Bandung, beberapa anak tidak bisa menjawab. Begitu pula dengan lagu Berkibarlah Benderaku, mereka tidak hafal,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi pada acara car free day yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2025 di Jakarta, Minggu.
Menanggapi hal tersebut, dalam acara tersebut, Menteri Arifah Fauzi bersama Selvi Ananda Gibran Rakabuming, istri Wapres RI, para Menteri Kabinet Merah Putih, dan anggota Seruni Kabinet Merah Putih berpartisipasi dalam jalan santai dari Kementerian Agama ke Bundaran HI sambil menyanyikan lagu-lagu nasional.
“Sepanjang perjalanan dari Kementerian Agama menuju Bundaran HI, kami menyanyikan lagu-lagu nasional bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peringatan ke-41 Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025 tidak lagi terfokus di satu kota, tetapi dirayakan serentak di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami mengadopsi pendekatan berbeda untuk perayaan Hari Anak Nasional tahun ini. Sebelumnya bersifat sentralistik, perwakilan dari seluruh Indonesia datang ke satu kota. Tahun ini diubah menjadi desentralistik, di mana perayaan Hari Anak Nasional dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia agar semua anak dapat merasakan kebahagiaan di Hari Anak Nasional ini,” jelas Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Puncak peringatan ke-41 Hari Anak Nasional 2025 akan dilangsungkan di Indragiri Hulu, Riau, pada 23 Juli mendatang.
Ada lima kegiatan utama dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional tersebut.
Pertama, senam anak Indonesia hebat yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kedua, permainan tradisional berbasis kearifan lokal.
Ketiga, menyanyikan lagu-lagu nasional dan kesenian tradisional.
Keempat, pembacaan cerita atau dongeng mengenai pahlawan daerah.
Kelima, pemeriksaan kesehatan gratis.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.