Menteri PANRB: Pentingnya Edukasi Keuangan bagi Perempuan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menekankan kepada perempuan agar memahami pentingnya literasi finansial.
Pernyataan tersebut disampaikan Rini dalam acara edukasi keuangan bertajuk “Perempuan Cerdas dan Berinvestasi Emas” yang digelar oleh Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia di Jakarta pada hari Jumat. Ia menyoroti bahwa perempuan memegang peran penting dalam pembentukan masa depan bangsa, tidak hanya sebagai ibu yang mendidik generasi mendatang, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang memperkuat ketahanan keluarga dan bangsa.
“Perempuan saat ini memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan ekonomi keluarga, dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat di rumah. Dengan literasi keuangan, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari populasi, tetapi juga sebagai aktor utama dalam memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Rini.
Menurut Rini, kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif tidak hanya berdampak positif pada kesejahteraan keluarga tetapi juga memperkuat perekonomian nasional secara keseluruhan. Perempuan juga berperan penting dalam kepemimpinan ekonomi, baik di tingkat keluarga maupun komunitas.
Di dalam keluarga, perempuan berfungsi sebagai manajer keuangan rumah tangga, pengambil keputusan konsumsi, dan penggerak kegiatan produktif, serta memiliki potensi besar dalam mengelola keuangan dengan bijak dan berwawasan ke depan. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan ini, Menteri Rini menekankan pentingnya memahami strategi keuangan yang lebih fleksibel, seperti melalui investasi emas.
“Saat ini, data global menunjukkan bahwa harga emas telah mengalami peningkatan nilai yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Ini menunjukkan bahwa emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang menjanjikan, termasuk bagi rumah tangga di Indonesia yang ingin membangun ketahanan finansial jangka panjang,” kata Rini.
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Bank Emas atau Bullion Bank pada 26 Februari 2025, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui instrumen investasi emas.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah mengungkapkan komitmen Pegadaian dalam membangun ekosistem emas dengan melibatkan peran serta masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui berbagai produk berbasis emas seperti program angsuran dan tabungan emas.
“Pegadaian menawarkan berbagai pilihan produk berbasis emas. Ada yang berbasis angsuran atau installment, yang memang ditujukan untuk masyarakat dengan pendapatan tetap dan memungkinkan mereka untuk merencanakan masa depan dengan menyisihkan sebagian dari pendapatannya,” tambah Elvi.
Lebih jauh, dia menjelaskan tentang fitur tabungan emas, di mana nasabah dapat menabung dengan jumlah yang bervariasi setiap periode. Jumlah tabungan tersebut kemudian dikonversi menjadi emas oleh Pegadaian.
“Masyarakat bisa memilih fitur yang fleksibel, misalnya, ‘saya ingin menabung setiap bulan tetapi lebih fleksibel. Misalnya, bulan ini Rp1 juta, bulan depan Rp10 juta, dan mungkin bulan berikutnya Rp500 ribu’ itu dengan tabungan emas,” ujarnya.