Museum NTB Menggalakkan Kepedulian dalam Melestarikan Artefak Bersejarah
Mataram (BERITA HARIAN ONLINE) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) memotivasi masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga berbagai artefak bersejarah yang masih berada di rumah-rumah atau pekarangan agar tetap utuh dan tidak berpindah tangan.
Ahmad Nuralam, Kepala Museum NTB, menekankan bahwa kesadaran masyarakat dalam melestarikan artefak bersejarah adalah benteng utama untuk menjaga warisan budaya agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
“Kami berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar benda-benda itu tidak berpindah. Jika berpindah ke luar negeri, bisa saja hilang,” ujarnya di Mataram, Kamis.
Nuralam menyatakan bahwa pihaknya giat melakukan edukasi dan sosialisasi ke berbagai daerah agar artefak peninggalan budaya masa lalu tidak semakin rusak oleh korosi atau dijual kepada kolektor.
Melalui program strategis ‘Kotaku Museumku, Kampungku Museumku’, Museum NTB melakukan perlindungan, perawatan, dan pembentukan museum desa sebagai langkah menjaga agar artefak tetap berada di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Program tersebut menjadikan museum tetap berperan bersama masyarakat sebagai identitas bangsa, pusat edukasi dan interaksi budaya, serta penggerak ekonomi kreatif.
Menurut Nuralam, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak masa lalu, tetapi juga ruang yang relevan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat saat ini.
Museum NTB mendorong agar setiap desa di Nusa Tenggara Barat memiliki museum berbasis desa agar penduduk desa dapat mengetahui cara merawat koleksi artefak yang bernilai sejarah.
Beberapa museum desa yang ada di Nusa Tenggara Barat, antara lain Museum Pusaka Desa di Kabupaten Lombok Barat dan Museum Desa Genggelang di Kabupaten Lombok Utara. Museum desa yang menyimpan beragam artefak dapat menggerakkan ekonomi berbasis kebudayaan dan pariwisata.
“Ketika museum di desa berkolaborasi dengan desa wisata, maka desa tersebut akan semakin berdaya,” pungkas Nuralam.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling, atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.