Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Novita Dorong Jaranan Turonggo Yakso Jadi Warisan Budaya Tak Benda

novita promosikan jaranan turonggo yakso jadi warisan budaya tak benda

Novita Dorong Jaranan Turonggo Yakso Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Trenggalek, Jatim (BERITA HARIAN ONLINE) – Novita Hardini, anggota Komisi VII DPR RI, tengah menggalakkan promosi seni tradisional Kabupaten Trenggalek, yaitu Jaranan Turonggo Yakso, agar diakui sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.

Novita menyatakan, ‘Saya berharap seni Jaranan Turonggo Yakso mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Seni ini sudah populer secara internasional, bahkan pernah tampil di Korea dalam acara yang dikenal dengan tarian Oppan Gangnam Style,’ ungkap Novita saat membuka pelatihan peningkatan pariwisata bersama Kementerian Pariwisata di Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu.

Novita, yang juga memimpin Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, berharap pemerintah segera berjuang untuk mendapatkan pengakuan ini agar seni tersebut tidak diklaim oleh negara lain.

Ia menyoroti pentingnya upaya pelestarian budaya ini untuk menghindari kasus seperti klaim Batik oleh Malaysia.

Menurut Novita, Jaranan Turonggo Yakso memiliki makna filosofis yang mendalam, setara dengan Reog Ponorogo.

‘Jaranan Turonggo Yakso adalah bagian dari budaya Mataraman yang sangat filosofis. Yakso melambangkan raksasa yang menggambarkan amarah, sedangkan Turonggo adalah kuda yang melambangkan kekuatan dan keberanian. Ini mengajarkan kita untuk menaklukkan raksasa dalam diri kita sendiri,’ lanjutnya.

Novita menekankan bahwa Turonggo Yakso perlu menjadi bagian dari pendidikan kepada generasi muda, terutama anak-anak generasi masa kini, agar tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki moral yang kuat. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan seni tradisional sejak usia dini.

‘Saya mendesak pemerintah untuk mendampingi pendidikan anak sejak dini, mengenalkan kesenian kita, dan membangkitkan kebanggaan bahwa ini adalah warisan Indonesia yang telah diakui di dunia internasional,’ tutup Novita.

Exit mobile version