Kota Nusantara: Langkah OIKN Menghijaukan 80 Hektare Lahan
Kota Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus berupaya menghijaukan area seluas 80 hektare melalui penanaman rutin setiap dua minggu, sebagai bagian dari upaya menciptakan kota hutan yang partisipatif dan inklusif, dengan melibatkan berbagai pihak.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan, “Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin penanaman pohon dua minggu sekali oleh ASN OIKN. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan,” saat menanam pohon di Kota Nusantara, Selasa.
Penanaman kali ini melibatkan 712 bibit pohon terdiri dari berbagai jenis pohon kayu-kayuan dan buah-buahan seperti mahoni, manggis, sukun, nyamplung, angsana, ketapang kencana, trembesi, pulai, manai, dan kopi.
Basuki Hadimuljono, pejabat eselon I dan II OIKN, seluruh pegawai OIKN, serta Dharma Wanita Persatuan OIKN turut serta dalam penanaman ini sebagai bentuk partisipasi menyeluruh dalam membangun kota hutan yang inklusif.
“Penanaman bibit pohon ini menjadi bagian dari gaya hidup kita. Setiap dua minggu kita menanam, dan ini akan dilakukan tidak hanya di kawasan inti IKN, tetapi juga hingga ke Miniatur Hutan Hujan Tropis. Kita mulai sekarang, sementara hasilnya akan terlihat dalam belasan tahun ke depan,” ujar Basuki.
Sementara itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Safitri, menyatakan bahwa penanaman ini adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kebiasaan mencintai lingkungan, terutama di kalangan pegawai IKN.
OIKN berupaya membangun kesadaran cinta lingkungan melalui kegiatan penanaman, karena kota hutan yang baik adalah yang dibangun bersama secara partisipatif.
Selain penanaman pohon, OIKN juga mendukung pembentukan komunitas urban farming untuk ASN di IKN. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga serta menambah ruang hijau di kawasan inti pusat perkantoran (KIPP).
Dengan kedua kegiatan ini, OIKN ingin memperkuat komitmen dalam membangun ibu kota negara sebagai kota hijau yang berkelanjutan, tidak hanya melalui perencanaan tetapi juga dengan tindakan nyata.