Home / Ekonomi / OJK Laporkan 35 Emiten Lakukan Buyback Tanpa RUPS Sebesar Rp3,38 Triliun

OJK Laporkan 35 Emiten Lakukan Buyback Tanpa RUPS Sebesar Rp3,38 Triliun

ojk catat 35 emiten realisasikan buyback tanpa rups rp338 triliun

OJK Laporkan 35 Emiten Lakukan Buyback Tanpa RUPS Sebesar Rp3,38 Triliun

Nilai realisasi buyback ini mencapai 14,98 persen dari alokasi dana sebesar Rp22,54 triliun.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Hingga akhir Juni 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa 35 emiten telah melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan nilai total Rp3,38 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa realisasi nilai buyback tersebut mencapai 14,98 persen dari alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp22,54 triliun.

“Sejak 20 Maret hingga 30 Juni 2025, ada 43 emiten yang berencana melakukan buyback tanpa RUPS dengan alokasi dana yang diperkirakan sebesar Rp22,54 triliun,” ujar Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Juni 2025 di Jakarta, Selasa.

OJK, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), telah mengambil kebijakan buyback saham tanpa perlu RUPS, sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) No. 13 Tahun 2023. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi tekanan di pasar keuangan akibat dinamika global.

Sesuai dengan POJK tersebut, perusahaan publik dapat melaksanakan buyback tanpa RUPS dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan. Penetapan kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan ini berlaku selama enam bulan sejak 18 Maret 2025.

Di tengah dinamika perdagangan global dan geopolitik, pasar saham domestik menunjukkan sedikit pelemahan sebesar 3,46 persen month-to-date (mtd) pada 30 Juni 2025 di level 6.927,68, sementara year-to-date (ytd) melemah sebesar 2,15 persen.

Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.178 triliun, mengalami penurunan 1,95 persen month-to-date atau 1,28 persen year-to-date.

Investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp8,38 triliun month-to-date pada Juni 2025, dan secara year-to-date net sell sebesar Rp53,57 triliun.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,18 persen month-to-date ke level 414, sementara investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp7,36 triliun month-to-date dan secara year-to-date net buy sebesar Rp42,27 triliun.

Dalam industri pengelolaan investasi hingga 30 Juni 2025, nilai asset under management (AUM) tercatat sebesar Rp844,69 triliun, turun 0,19 persen month-to-date atau naik 0,87 persen year-to-date. Reksa dana menunjukkan net subscription sebesar Rp0,45 triliun month-to-date dan year-to-date net redemption sebesar Rp2,02 triliun.

OJK juga mencatat bahwa penggalangan dana di pasar modal menunjukkan tren positif. Nilai penawaran umum mencapai Rp142,6 triliun, dengan Rp8,49 triliun berasal dari 16 emiten baru.

Dalam penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF), sejak diterapkannya ketentuan SCF hingga 25 Juni 2025, ada 18 penyelenggara yang telah memperoleh izin dari OJK dengan 851 penerbitan efek dari 525 penerbit, 182.635 investor, serta total dana SCF yang tercatat dan teradministrasi di KSEI sebesar Rp1,6 triliun.

Di pasar derivatif keuangan, sejak 10 Januari hingga 30 Juni 2025, terdapat 97 pelaku dan 19 penyelenggara yang telah mendapatkan izin prinsip dari OJK.

Sejak 2 Januari 2025 hingga 30 Juni 2025, total volume transaksi derivatif keuangan dengan aset dasar berupa efek mencapai 591.381 lot dengan nilai akumulasi Rp1.309 triliun.

Sementara itu, dalam perkembangan bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Juni 2025, ada 112 pengguna jasa yang telah mendapatkan izin dengan total volume 1.599.322 ton CO2 ekuivalen dan nilai akumulasi sebesar Rp77,95 miliar.

Tag:

Category List

Social Icons