Pegula Menumbangkan Swiatek di Bad Homburg untuk Raih Gelar Ketiga Musim Ini
Turnamen ini memperlihatkan bahwa saya memiliki potensi di lapangan rumput
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Petenis peringkat tiga dunia, Jessica Pegula, akan menyambut Wimbledon dengan rentetan kemenangan di lapangan rumput setelah berhasil mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, dalam final Bad Homburg Open dengan skor 6-4, 7-5, pada Sabtu (28/6).
Usai kekalahan di pertandingan pembuka saat mempertahankan gelar di Berlin Tennis Open pekan lalu, Pegula berhasil bangkit dengan meraih empat kemenangan di Bad Homburg untuk meraih gelar keduanya di lapangan rumput sepanjang kariernya.
Menurut WTA, kemenangan ini juga menambah catatan kemenangan atas Swiatek, menjadikannya empat kemenangan dari enam pertemuan terakhir mereka, serta gelar ketiga Pegula musim ini.
Unggulan teratas ini memerlukan tiga set untuk menaklukkan Emma Navarro dan Linda Noskova di perempat final dan semifinal, namun tetap tangguh tanpa kehilangan satu set pun dalam final yang berlangsung satu jam 46 menit.
Pegula hanya menghadapi satu break point dalam pertandingan — di gim ketiga set pertama — dan mengamankan kemenangan dengan permainan kuat di akhir setiap set.
Gelar kedua Pegula di lapangan rumput ini melengkapi kemenangannya di tiga jenis permukaan lapangan tahun ini. Sebelumnya, ia menang di lapangan keras di Austin pada Maret dan di lapangan tanah liat di Charleston pada April.
Di sisi lain, Swiatek berusaha meraih gelar pertamanya sejak Roland Garros Juni lalu dalam final lapangan rumput pertamanya — permukaan yang selalu menjadi tantangan bagi juara Grand Slam lima kali ini.
Swiatek mencetak sembilan ace dan 30 winner — dua kali lipat dari Pegula — namun kalah karena 39 kesalahan sendiri saat menghadapi pukulan datar dan akurat Pegula.
Meski begitu, pekan di ajang WTA 500 ini merupakan pekan yang positif bagi Swiatek, dengan tiga kemenangan tanpa kehilangan satu set untuk mencapai final lapangan rumput pertamanya.
Termasuk, kemenangan semifinal melawan finalis bertahan Wimbledon, Jasmine Paolini, yang menjadi kemenangan Top 10 pertama Swiatek di lapangan rumput.
“Turnamen ini memperlihatkan bahwa saya memiliki potensi di lapangan rumput,” ujar Swiatek.
Pegula, sebaliknya, memberikan pujian kepada Swiatek.
“Saya tahu Anda bilang Anda kesulitan di lapangan rumput, tapi percayalah, Anda masih sangat, sangat bagus di sana, jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri,” kata Pegula.
Keduanya berpotensi berhadapan kembali di semifinal Wimbledon dalam dua pekan mendatang, karena mereka berada di paruh bawah undian putri.
Pegula akan memulai pertandingan melawan petenis Italia, Elisabetta Cocciaretto, sebagai unggulan ketiga, sementara Swiatek sebagai unggulan kedelapan berpotensi bertemu dengan unggulan kedua dan juara Roland Garros, Coco Gauff, di perempat final.