Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Pemkab Lombok Timur Memperketat Aturan untuk Pendaki Gunung Rinjani

pemkab lombok timur perketat regulasi bagi pendaki gunung rinjani

Pemkab Lombok Timur Memperketat Aturan untuk Pendaki Gunung Rinjani

Ini bukan arogansi, tapi demi keselamatan, karena mendaki Rinjani tidak mudah, terutama dengan cuaca yang bervariasi.

Mataram (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat berencana memperketat aturan terkait pendakian ke Gunung Rinjani. Salah satu kebijakan baru adalah mewajibkan wisatawan yang ingin mendaki untuk bermalam di Sembalun terlebih dahulu.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyatakan bahwa kebijakan pengetatan ini adalah langkah pencegahan dan perlindungan dari kemungkinan kecelakaan, seperti kasus pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

“Ini adalah soal keselamatan, langkah preventif, bukan untuk kepentingan pribadi. Kita ingin memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang mendaki Rinjani,” ujar Haerul Warisin di Mataram, Minggu.

Diakui bahwa banyak wisatawan yang mengalami insiden seperti kecelakaan, sakit, terjatuh, bahkan kehilangan nyawa saat mendaki Rinjani.

“Insiden-insiden inilah yang harus kita tanggapi. Salah satu caranya adalah dengan membuat regulasi, dimana setiap wisatawan diwajibkan menginap di Sembalun terlebih dahulu. Aturan ini akan kami masukkan ke dalam Peraturan Bupati (Perbup),” tegasnya.

“Alasan menginap adalah agar wisatawan, yang datang dari berbagai tempat, tidak langsung mendaki tanpa istirahat atau pengarahan. Setelah tiba di Rinjani, banyak yang terkejut karena rata-rata mereka kurang pengalaman, seperti halnya Juliana Marins,” lanjut Haerul Warisin.

Selain aturan baru ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada pemandu dan porter yang mengantarkan wisatawan mendaki Rinjani.

“Para porter perlu diingatkan, dididik. Ketika membawa tamu, mereka harus memastikan tamu menginap dan beristirahat setidaknya sehari, serta mendapatkan pengarahan. Selama pendakian, porter harus menemani dan tidak meninggalkan tamu, agar mencegah insiden seperti terjatuh,” katanya.

Kebijakan ini diambil setelah menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Aturan ini menekankan pentingnya istirahat dan pengarahan sebelum mendaki.

“Jadi, sebelum mendaki, wisatawan harus beristirahat, menerima pengarahan, dan memastikan kondisi kesehatan baik. Aturan ini kita buat demi keselamatan mereka, karena mendaki Rinjani tidak mudah, dan cuaca bisa berbeda. Itu yang ingin kita sampaikan,” ujarnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.

Exit mobile version