Cirebon (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemprov Jabar Distribusikan Bantuan bagi Korban Longsor Gunung Kuda
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memulai distribusi bantuan logistik kepada keluarga terdampak longsor di wilayah tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, menyatakan pada Jumat di Cirebon bahwa bantuan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap korban yang terkena dampak langsung dari bencana tersebut.
“Kami telah menyiapkan sekitar 100 paket logistik untuk keluarga korban, dan saya instruksikan agar semua bantuan ini diantarkan langsung ke rumah mereka,” ujarnya.
Herman menjelaskan bahwa bantuan logistik tersebut mencakup kebutuhan pokok penting bagi keluarga korban seperti bahan makanan, perlengkapan sehari-hari, serta keperluan anak-anak.
Di samping logistik, Pemprov Jabar juga berkomitmen memberikan santunan kepada keluarga atau ahli waris dari korban yang meninggal dunia akibat longsor ini.
“Semua bantuan harus diantar langsung, jangan sampai keluarga korban yang harus datang mengambil. Kami ingin mempermudah mereka,” tambah Herman.
Sejauh ini, tim gabungan telah mengevakuasi 14 korban meninggal dari lokasi tambang di kawasan Gunung Kuda, Cirebon.
Pemprov Jabar juga berjanji membantu pemulihan keluarga korban, termasuk melalui program pelatihan kerja.
“Kami akan membantu masa depan mereka dengan pelatihan keterampilan agar mereka dapat bangkit kembali,” imbuhnya.
Di sisi lain, Herman telah meminta Pemkab Cirebon untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana guna mempercepat penanganan di lapangan.
Menurutnya, status tanggap darurat ini telah dikonsultasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena menyangkut kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Status tanggap darurat akan berlaku selama tujuh hari ke depan agar proses evakuasi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, memastikan pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan terkait status darurat bencana dan pembentukan posko bencana pada Jumat malam ini.
“Kami akan bergerak cepat untuk memastikan penanganan korban longsor dapat optimal dan mencegah kemungkinan longsor susulan,” ungkap Agus.