Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Polisi Garut Selidiki Kasus Tiga Korban Tewas di Acara Pernikahan Pejabat

Polisi Garut Selidiki Kasus Tiga Korban Tewas di Acara Pernikahan Pejabat

Garut (BERITA HARIAN ONLINE) – Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kejadian meninggalnya tiga orang, terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota polisi, di acara Pesta Rakyat yang merupakan bagian dari perayaan pernikahan seorang pejabat di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Yugi Bayu saat diwawancarai oleh wartawan mengenai langkah hukum terkait insiden yang menyebabkan tiga orang meninggal dalam acara Pesta Rakyat di Pendopo Garut, Jumat.

Beliau menjelaskan bahwa pihak kepolisian berencana untuk mengevaluasi dan menyelidiki lebih mendalam insiden yang terjadi di Pendopo tersebut.

Pihak kepolisian juga akan menyelidiki panitia penyelenggara kegiatan pesta tersebut.

“Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Yugi Bayu menambahkan, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan persiapan dengan mengadakan apel gabungan bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Brimob untuk menjaga keamanan di area pelaksanaan acara tersebut.

Seluruh personel gabungan yang berjumlah 400 orang itu ditempatkan di berbagai titik untuk mengamankan lokasi serta masyarakat yang menghadiri acara tersebut.

“Setelah apel, kami menempatkan personel di titik-titik tersebut,” katanya.

Kapolres belum dapat memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme warga untuk hadir dalam acara tersebut.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berakhir ricuh saat sesi hiburan dan makan gratis di Pendopo dan Alun-Alun Garut, Jumat siang.

Masyarakat dari berbagai kalangan telah memadati area sekitar Panggung Hiburan Rakyat, dan terjadi kericuhan akibat desakan di gerbang utama menuju area Pendopo.

Kericuhan tersebut mengakibatkan beberapa warga pingsan, yang kemudian dievakuasi oleh petugas keamanan dan tenaga medis yang berjaga di lokasi.

Tragedi tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yaitu seorang anak berusia delapan tahun bernama Vania Aprilia dari Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, kemudian Dewi Jubaeda (61), dan seorang anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Exit mobile version