Polri Jelaskan Alasan Kehadiran Robot Polisi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menjelaskan alasan di balik kehadiran robot-robot polisi yang diperlihatkan dalam persiapan HUT Ke-79 Bhayangkara di Monas pada 27 Juni.
“Kehadiran berbagai jenis robot, termasuk robot dog dan humanoid, menunjukkan modernisasi Polri,” ujar Irjen Pol. Sandi kepada media di Jakarta, Senin.
Menurutnya, kepolisian di negara lain sudah mulai memanfaatkan robot. Beberapa negara di ASEAN juga telah bersiap menggunakan robot untuk meningkatkan efisiensi kerja.
“Thailand telah memperkenalkan robot humanoid-nya. Dubai juga telah mengumumkan pemanfaatan robot untuk membantu tugas kepolisian. Bahkan, China telah menguji coba robot polisi untuk patroli, dan Singapura mengembangkan kecoak cyborg untuk operasi SAR (search and rescue),” katanya.
Irjen Pol. Sandi menyebutkan bahwa robot-robot ini telah dibahas dalam rencana strategis (renstra) Polri untuk tahun 2025–2045. Pengadaan robodog (robot dog) telah dianggarkan untuk tahun 2026.
“Tahun 2026 sudah dianggarkan untuk robodog. Fungsinya sama dengan K9, yaitu mendeteksi bahan dan benda berbahaya. Namun, lebih efisien karena tidak memerlukan makan harian, pelatihan dengan pawang, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, robot humanoid efektif dalam teknologi pengenalan wajah dan pemantauan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Robot ini lebih dinamis karena bisa bergerak bebas dan memiliki pandangan 360 derajat.
“Robot tersebut sudah digunakan oleh Kepolisian China untuk patroli. Dubai juga telah memanfaatkan robot untuk pelayanan perpanjangan SIM dan lainnya,” tambahnya.
Diharapkan kehadiran robot-robot ini dapat mendukung pengawasan dan pemantauan di area berbahaya, seperti gedung kosong atau lokasi bencana.
Selain itu, robot-robot ini juga diharapkan dapat berperan dalam penanganan situasi berisiko seperti penjinakan bom dan penyelamatan dalam bencana alam.
“Diharapkan robot-robot ini dapat dikembangkan untuk mengoptimalkan tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban umum, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang lebih presisi, humanis, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam gladi kotor perayaan puncak Hari Bhayangkara Ke-79 pada Jumat (27/6), Polri menampilkan 25 robot, termasuk robot humanoid, robot tank, robot ropi, robot drone agriculture, dan robot dog.