Prabowo: Kopdes Merah Putih Lengkap dengan Gudang, Gerai Simpan Pinjam, dan Apotek
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengadaan berbagai fasilitas yang memudahkan kehidupan masyarakat di setiap unit Koperasi Desa/Koperasi Kelurahan Merah Putih. Beberapa fasilitas tersebut mencakup gudang untuk menyimpan hasil panen petani, gudang berpendingin (cold storage), gerai simpan pinjam, dan apotek.
Presiden juga mengimbau para kepala desa dan lurah untuk berperan aktif dalam memajukan Koperasi Desa (Kopdes)/Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih di wilayah masing-masing, di antaranya dengan mengalokasikan anggaran dari Dana Desa untuk mengembangkan koperasi ini.
“Setiap desa harus memiliki gudang sehingga hasil panen yang belum bisa dijual dapat disimpan. Gudang tersebut akan dilengkapi pendingin agar produk seperti mangga dapat disimpan lebih lama. Selain itu, rencana desain lainnya mencakup pendingin yang lebih besar untuk memproduksi es dan menjaga kesegaran ikan. Di samping gudang, akan ada gerai-gerai termasuk untuk sembako dan simpan pinjam, yang memungkinkan bank-bank dari Himbara hadir di tiap desa,” jelas Presiden Prabowo saat peluncuran Kopdes/Kopkel Merah Putih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin.
Presiden menambahkan bahwa Kopdes/Kopkel Merah Putih juga akan memiliki gerai apotek, sehingga setiap desa memiliki minimal satu apotek yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau.
“Bagi mereka yang benar-benar tidak mampu, kita akan berusaha agar tidak perlu membayar. Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) yang akan mengusahakannya,” ujar Presiden.
Presiden kemudian bercanda bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani mungkin merasa tertekan dengan banyaknya permintaan anggaran, termasuk untuk menyediakan obat-obatan bagi warga tidak mampu.
“Tidak apa-apa Bu. Nama Ibu Sri Mulyani, jadi harus selalu melakukan hal mulia. Ibu akan dicintai oleh semua desa di Indonesia. Biar Presiden yang galak,” ucap Presiden kepada Sri Mulyani, yang disambut tawa dan tepuk tangan dari para tamu undangan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyebutkan bahwa anggaran untuk Koperasi Desa tersedia, salah satunya berasal dari Dana Desa.
“Dana desa sebesar Rp1 miliar per tahun sudah tersedia selama 10 tahun. Namun, masalahnya, sering kali hasilnya tidak terlihat. Para kepala desa harus ingat bahwa ini untuk rakyat! Upaya ini diperkirakan bernilai sekitar Rp2 miliar per tahun, Rp2 miliar untuk pembangunan, dan bisa lebih murah karena desa-desa, kecamatan, dan kabupaten memiliki aset yang dapat mengurangi biaya, tetapi dengan Dana Desa kita bisa membiayai semua ini,” kata Presiden.
Menurut Presiden, anggaran dari Dana Desa yang dialokasikan ke Kopdes/Kopkel Merah Putih juga akan kembali ke desa. Beliau mencontohkan bahwa saat ini sudah ada bisnis penyalur LPG, pupuk, dan sembako yang beroperasi di Koperasi Desa Merah Putih, dan targetnya setiap koperasi akan dilengkapi dengan dua kendaraan angkut: satu unit truk pick up ukuran standar dan satu pick up yang lebih kecil atau bentor.
“Kendaraan tersebut dapat digunakan untuk mengangkut barang, mengantar anak sekolah, atau membantu ibu-ibu berjualan ke pasar. Dengan dua kendaraan di setiap desa, saya berharap distribusi akan lebih lancar. Nantinya, saya berharap hasil ikan kita dapat sampai ke semua desa di Indonesia agar asupan protein meningkat. Setiap keluarga harus mengonsumsi protein yang cukup, dan setiap anak harus mendapatkan protein yang memadai. Satu kilogram ikan bisa dihargai sekitar Rp60.000, atau bahkan lebih murah,” ujar Presiden.