Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Prabowo Berharap Indonesia Terlibat dalam Pengembangan Jet Tempur Generasi 5.0 Turki

prabowo ingin ri ikut serta bangun jet tempur generasi 50 turki

Prabowo Berharap Indonesia Terlibat dalam Pengembangan Jet Tempur Generasi 5.0 Turki

Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kolaborasi pengembangan jet tempur generasi ke-5 Kaan, serta pembangunan dan pengembangan kapal selam bersama industri Turki, ungkap Prabowo.

Jakarta/Ankara – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan harapannya kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar Indonesia dapat turut serta dalam proyek pengembangan jet tempur generasi 5.0 Turki, yang diberi nama Kaan dan sedang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI).

Keinginan untuk terlibat dalam pengembangan Kaan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Erdogan setelah mereka melakukan pertemuan empat mata dan memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Turki.

Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kolaborasi pengembangan jet tempur generasi ke-5 Kaan, serta pembangunan dan pengembangan kapal selam bersama industri Turki, kata Prabowo saat memberikan pernyataan di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, Kamis (10/4) waktu setempat.

Prabowo juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Turki sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan antara perusahaan pertahanan kedua negara.

Namun, Presiden tidak merinci lebih lanjut perusahaan pertahanan mana yang akan terlibat dalam usaha patungan tersebut, dan juga tidak menjelaskan proyek pengembangan kapal selam yang diincar oleh Pemerintah RI.

Sementara itu, Kaan adalah jet tempur generasi ke-5 yang dikembangkan Turkish Aerospace Industries sejak 2010. Prototipe pertama dari jet tempur buatan dalam negeri Turki ini berhasil melalui uji terbang pertamanya, dan produksi awal Kaan direncanakan selesai pada 2028-2029 untuk Angkatan Udara Turki.

Prabowo menegaskan bahwa ia dan Erdogan sepakat untuk memperluas akses pasar dan menghilangkan hambatan perdagangan antara kedua negara. Mereka juga menginstruksikan menteri masing-masing untuk segera menyelesaikan negosiasi preferential trade agreement (PTA), sebagai langkah awal menuju perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) Indonesia-Turki.

Prabowo dan Erdogan bertemu secara pribadi, kemudian memimpin pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Indonesia dan Turki. Hasil pertemuan tersebut kemudian disampaikan kepada wartawan Istana Kepresidenan Turki dan beberapa wartawan dari Istana Kepresidenan Indonesia di Istana Kepresidenan Turki, Ankara.

Prabowo mengunjungi Istana Kepresidenan Turki dalam rangka kunjungan kenegaraan balasan, setelah Erdogan berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada 12 Februari 2025.

Dalam rangkaian pertemuan ini, delegasi Pemerintah Indonesia yang mendampingi Prabowo terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, dan Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama.

Presiden Erdogan turut didampingi oleh para menterinya, termasuk Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

Exit mobile version