Site icon BERITA HARIAN ONLINE

PTP Nonpetikemas Mendukung Pertanian Timur Indonesia dengan Distribusi Alat Berat

PTP Nonpetikemas Memperkuat Pertanian di Timur Indonesia Melalui Distribusi Alat Berat

Alat berat ini berperan penting dalam mempercepat pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, serta mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden dan Pak Prabowo.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memperkuat kontribusinya dalam logistik nasional dengan menyediakan pengiriman alat berat ke wilayah Indonesia Timur untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyatakan bahwa pengiriman alat berat seperti ekskavator dan dozer berperan penting dalam mempercepat pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, terutama di sektor pertanian dan pertambangan.

“Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat pengelolaan sumber daya yang ada di Indonesia, serta sebagai tindak lanjut dari program Presiden dan Pak Prabowo mengenai ketahanan pangan yang sangat diperlukan,” ujar Indra.

Indra menegaskan bahwa perusahaan telah berkontribusi besar, tidak hanya pada Pelindo sebagai induk, tetapi juga dalam kelancaran ekspor-impor dan roda ekonomi nasional melalui layanan logistik nonpetikemas.

PTP Nonpetikemas juga memastikan bahwa setiap alat berat yang dibongkar memiliki tujuan pengiriman yang jelas ke berbagai daerah untuk mendukung proyek pembangunan dan pembukaan lahan pertanian serta pertambangan.

Selain ke wilayah timur, PTP Nonpetikemas sebelumnya juga melayani pengiriman alat berat ke Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui terminal Inggom, menggunakan Landing Craft Tank (LCT) yang memungkinkan muatan naik turun seperti kapal roll-on roll-off (roro).

Namun, saat ini pengiriman alat berat ke IKN mengalami penurunan signifikan hingga 40 persen dibandingkan tahun lalu, karena sebagian besar alat berat utama untuk pembangunan awal sudah tersedia di lokasi.

Pembangunan IKN yang kini memasuki tahap pendukung mengurangi kebutuhan alat berat, sementara pengiriman logistik proyek masih berlangsung dalam jumlah terbatas sesuai permintaan.

Sementara untuk komoditas pangan, lanjut Indra, belum menjadi bagian dari pengiriman PTP Nonpetikemas ke IKN, karena fokus utama pelabuhan masih pada distribusi alat berat dan material proyek yang dibutuhkan di lokasi pembangunan.

Exit mobile version