Gunung Semeru Meletus, Letusan Capai 700 Meter di Atas Puncak
Lumajang, Jawa Timur (BERITA HARIAN ONLINE) – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi disertai letusan setinggi 700 meter di atas puncak Mahameru pada Senin pagi.
“Gunung Semeru mengalami erupsi pada pukul 06.53 WIB dengan ketinggian kolom letusan terpantau sekitar 700 meter di atas puncak atau kira-kira 4.376 meter di atas permukaan laut,” ujar Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan tertulis yang diterima di Kabupaten Lumajang.
Dia menjelaskan bahwa erupsi tersebut juga menyemburkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara, dan pada saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.
Sesuai catatan petugas, Gunung Semeru pada hari Senin ini terdeteksi mengalami tiga kali erupsi, yaitu pada pukul 01.00 WIB, 05.46 WIB, dan 06.53 WIB dengan letusan yang diamati setinggi 500 hingga 700 meter di atas puncak.
Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pada pukul 01.00 WIB menunjukkan ketinggian kolom letusan 500 meter di atas puncak, dengan kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.
Sementara itu, erupsi pada pukul 05.46 WIB, petugas melaporkan bahwa visual letusan tidak teramati, namun erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi terkait status Gunung Semeru yang masih berada di Level II atau Waspada. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat harus menjauhi aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ungkap Liswanto.
Selain itu, perlu diwaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.