Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Persiapan Stimulus Natal dan Tahun Baru 2026 Hingga Peluang Investasi Asing

sepekan persiapan stimulus natal tahun baru 2026 hingga peluang pma

Persiapan Stimulus Natal dan Tahun Baru 2026 Hingga Peluang Investasi Asing

Stimulus untuk menyambut Natal dan Tahun Baru sedang kami siapkan bersama Menko Perekonomian dan menteri terkait

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dalam seminggu terakhir, ada beberapa berita ekonomi yang menarik perhatian dan bisa dibaca kembali pada akhir pekan ini sebagai rangkuman peristiwa pilihan yang patut disimak.

1. Setelah stimulus triwulan II, Sri Mulyani siapkan stimulus nataru 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan stimulus untuk perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 setelah menyalurkan paket stimulus ekonomi pada triwulan II-2025.

2. Menaker: Distribusi BSU secara nasional telah mencapai 92,63 persen
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa distribusi Bantuan Subsidi Upah (BSU) sudah mencapai 92,63 persen di seluruh Indonesia.

3. Peneliti: Revisi proyeksi IMF jadi peluang Indonesia percepat pemerataan

Peneliti Sosial Ekonomi dari Yayasan Kekal Berdikari, Jan Prince Permata, menyebutkan bahwa revisi Dana Moneter Internasional (IMF) atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Juli 2025, yang naik dari 4,7 persen ke 4,8 persen, memberikan peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pemerataan.

Jan Prince Permata menilai revisi itu tidak hanya menunjukkan ketahanan ekonomi dalam negeri, tetapi juga menjadi peluang penting untuk memperkuat pemerataan hasil pembangunan.

4. OJK menerima 3.858 keluhan mengenai perilaku penagih utang sektor fintech

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa keluhan terbanyak terkait perilaku petugas penagih utang (debt collector) berasal dari sektor fintech, dengan jumlah 3.858 aduan sejak Januari hingga 13 Juni 2025.

“OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan mengambil beberapa langkah untuk menanggapi meningkatnya perilaku penagih utang yang mengabaikan perlindungan konsumen dan masyarakat,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

5. Apindo: Peluang PMA besar jika tarif RI-AS bisa ditekan lebih rendah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai bahwa potensi masuknya penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia cukup besar, terutama jika kesepakatan tarif resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bisa ditekan lebih rendah dibandingkan negara-negara pesaing.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, mengungkapkan bahwa jika tarif resiprokal Indonesia-AS lebih rendah dibandingkan negara-negara seperti Vietnam dan Bangladesh yang menjadi pesaing di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), maka kemungkinan besar akan terjadi relokasi investasi ke sektor tersebut.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.

Exit mobile version