Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Stok Beras Indonesia Mencapai 4 Juta Ton, Pengamat: Tantangan Besar untuk Bulog

stok beras ri capai 4 juta ton pengamat pr besar menanti bulog

Stok Beras Indonesia Mencapai 4 Juta Ton, Pengamat: Tantangan Besar untuk Bulog

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menurut Khudori, pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), stok beras Indonesia sebesar 4 juta ton membawa sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh Perum Bulog.

Khudori menjelaskan bahwa salah satu masalah utama adalah sifat beras sebagai komoditas yang tidak tahan lama. Idealnya, beras sebaiknya disimpan hanya selama empat bulan. Melebihi periode tersebut, beras perlu segera didistribusikan untuk mencegah penurunan kualitas atau bahkan kerusakan.

Beras yang disimpan di gudang sebagai stok mati atau stok statis membutuhkan perawatan konstan. Semakin lama penyimpanan, semakin besar biaya perawatannya, yang akhirnya akan memberatkan Bulog sebagai entitas bisnis.

Masalah besar berikutnya adalah bagaimana Bulog dapat menyalurkan stok beras yang sangat besar ini dari gudang-gudangnya, mengingat waktu penyimpanannya yang terus bertambah dan semakin rentan terhadap penurunan kualitas.

Khudori menunjukkan bahwa saat ini ada setidaknya ratusan ribu ton beras yang berusia antara 9 hingga 14 bulan, serta puluhan ribu ton lainnya berusia lebih dari 14 bulan. Untuk menghindari penurunan kualitas dan kehilangan volume, serta kerusakan, beras tersebut harus segera didistribusikan.

Dengan stok 4 juta ton, Bulog perlu mendistribusikan 2,8 juta ton agar stok akhir tahun 2025 tersisa 1,2 juta ton.

Dengan waktu distribusi yang tersisa hanya tujuh bulan, Bulog harus menyalurkan setidaknya 400 ribu ton beras setiap bulan.

“Angka ini adalah tantangan besar, mengingat dalam sejarahnya, Bulog jarang mencapai volume distribusi 400 ribu ton per bulan untuk operasi pasar, bantuan, dan sebagainya,” kata Khudori.

Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah pada 27 Maret 2025.

Dalam Inpres tersebut, outlet beras Bulog mencakup SPHP, bantuan pangan termasuk dari luar negeri, tanggap darurat bencana, untuk TNI/ASN/Polri dan program Makan Bergizi Gratis, serta CBP pemda, bahkan untuk bantuan sosial.

Menurut Khudori, agar kebijakan ini dapat dilaksanakan, diperlukan tindak lanjut lebih konkret dalam bentuk regulasi turunan oleh kementerian/lembaga terkait.

“Regulasi turunan ini bertujuan untuk memastikan ada outlet beras Bulog dalam jumlah besar, setidaknya 2,8 juta ton. Distribusi ini juga berfungsi untuk menekan, atau jika mungkin, menurunkan harga beras (medium dan premium) yang selama ini berada di atas HET,” jelasnya.

Stok beras di gudang Bulog mencapai 4 juta ton pada 29 Mei 2025, dengan 2,4 juta ton berasal dari serapan gabah/beras produksi dalam negeri. Sisanya merupakan stok beras dari akhir tahun lalu, yang sebagian besar diimpor.

Exit mobile version