Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Trump Mendapatkan Pesawat Jet Mewah dari Qatar, Demokrat: Ancaman bagi AS

Washington (LAPORAN HARIAN ONLINE) – Beberapa Senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat pada hari Senin (12/5) menyatakan bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk menerima pesawat jet mewah senilai 400 juta dolar AS (sekitar Rp6,6 triliun) dari Qatar merupakan ancaman bagi Amerika Serikat.

Rencana Trump untuk menjadikan jet mewah yang diberikan oleh keluarga kerajaan Qatar sebagai pesawat resmi kepresidenan AS dianggap oleh para senator Demokrat sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan bertentangan dengan Konstitusi AS.

“Setiap presiden yang menerima hadiah sebesar ini, senilai 400 juta dolar AS, dari pemerintah asing menimbulkan konflik kepentingan yang nyata, memicu pertanyaan serius terkait keamanan nasional, membuka jalan bagi pengaruh asing, dan mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintahan kita,” ungkap senator Demokrat Chris Coons, Brian Schatz, Cory Booker, dan Chris Murphy dalam pernyataan bersama.

Para senator menegaskan bahwa Air Force One, pesawat resmi kepresidenan AS, adalah lambang dari kepresidenan dan Amerika Serikat. Mereka juga mengingatkan bahwa Konstitusi AS melarang pejabat terpilih menerima hadiah besar dari pemerintah asing tanpa izin dari Kongres.

Para legislator AS tersebut telah berjanji untuk meminta Senat membahas isu ini dalam minggu ini.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa “bodoh” untuk menolak pesawat gratis dari Qatar dan menganggap hadiah tersebut sebagai “isyarat yang luar biasa.”

Presiden AS menegaskan bahwa dia tidak berniat menggunakan pesawat tersebut untuk kepentingan pribadinya setelah masa jabatannya selesai.

Trump mengungkapkan bahwa merawat pesawat kepresidenan saat ini, yaitu Boeing 747 yang berusia 40 tahun, membutuhkan biaya perawatan yang “sangat besar.”

Axios melaporkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung antara Kementerian Pertahanan Qatar dan Pentagon mengenai kemungkinan pengalihan pesawat tersebut ke AS.

Sumber: Sputnik-OANA

Exit mobile version