Site icon BERITA HARIAN ONLINE

Wamentan Sudaryono: Impor Daging Menjaga Keseimbangan dan Harga Terjangkau

wamentan sudaryono impor daging jaga neraca dan harga terjangkau

Impor Daging Sebagai Upaya Menjaga Keseimbangan

Pada tahun 2025, pemerintah memperkirakan impor daging mencapai sekitar 200 ribu ton.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa impor daging bertujuan untuk menjaga keseimbangan neraca komoditas nasional dan memastikan harga tetap terjangkau, sehingga konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia dapat terus meningkat.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga neraca perdagangan negara kita agar tetap aman,” ujar Wamentan Sudaryono saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Peternakan dan Perikanan Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, di Jakarta, Rabu.

Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah telah menghitung produksi daging dalam negeri, kebutuhan konsumsi masyarakat, dan menetapkan volume impor melalui Rakortas Kementerian Koordinator bidang Pangan berbasis neraca komoditas yang telah disepakati.

Berdasarkan hasil Rakortas tersebut, pemerintah menetapkan alokasi impor daging dan memilih negara asal yang memenuhi standar kesehatan, sertifikasi halal, serta harga yang kompetitif bagi konsumen Indonesia.

Ia menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan sumber impor daging berasal dari negara manapun selama memenuhi syarat yang ditentukan dan mampu menyediakan protein hewani yang terjangkau bagi rakyat Indonesia.

Wamentan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, pemerintah memperkirakan impor daging sekitar 200 ribu ton sebagai bagian dari strategi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan.

Impor ini dapat berasal dari negara mana pun selama memenuhi persyaratan, dengan harapan menciptakan persaingan harga yang sehat di pasar domestik sehingga masyarakat dapat memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, persaingan harga antarnegara pengekspor akan membuat daging impor lebih terjangkau dan pada akhirnya meningkatkan konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia sesuai arahan Presiden.

“Sehingga tujuan Presiden adalah meningkatkan konsumsi daging per kapita di tingkat masyarakat karena harganya terjangkau. Itu tujuannya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selain impor, Indonesia juga harus meningkatkan ekspor produk pertanian demi menciptakan neraca perdagangan yang seimbang dan memperkuat posisi ekonomi nasional secara menyeluruh.

Sudaryono menegaskan bahwa konsep imbal dagang atau offset sudah lazim diterapkan di berbagai sektor, termasuk pertanian, untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan Indonesia dalam kondisi yang aman.

“Presiden menginginkan agar dengan mengimpor, kita juga harus melakukan ekspor,” kata Wamentan.

Sebelumnya, BERITA HARIAN ONLINE melaporkan bahwa Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa Indonesia akan mengimpor dua juta sapi hidup hingga lima tahun ke depan atau sampai 2029. Impor ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging di dalam negeri.

“Target kita selama lima tahun adalah impor 1,2 juta sapi untuk susu, dan 800 ribu lebih untuk daging. Jadi totalnya dua juta selama lima tahun,” kata Sudaryono di Jakarta, Jumat (31/1).

Sudaryono mengatakan bahwa untuk tahun ini, Indonesia menargetkan untuk mengimpor sebanyak 250 ribu sapi untuk kebutuhan susu dan daging.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Argentina sebelumnya telah membahas kerja sama perdagangan daging sapi serta peluang ekspor ayam olahan Indonesia ke Argentina untuk memperkuat hubungan dagang yang saling menguntungkan kedua negara.

Wakil Menteri Pertanian Peternakan dan Perikanan Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, mengatakan bahwa salah satu fokus utama pertemuan pihaknya dengan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono adalah mendorong masuknya daging sapi Argentina ke pasar Indonesia.

Pemerintah Argentina juga siap membuka pasar lebih luas bagi produk pertanian Indonesia, seiring komitmen untuk menciptakan hubungan dagang yang saling menguntungkan dan memperkuat kerja sama bilateral.

Exit mobile version