Penduduk Sembalun Bertekad Kelola Pintu Pendakian Gunung Rinjani Secara Mandiri
Mataram (BERITA HARIAN ONLINE) – Komunitas Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS) mendesak pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan peraturan yang mengizinkan warga Sembalun untuk mengurus pintu pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat secara mandiri.
Handanil, Ketua SMPS, mengungkapkan bahwa dorongan untuk mengelola pintu pendakian Sembalun secara mandiri muncul sebagai reaksi terhadap dominasi kelompok tertentu yang bersifat eksklusif dan tidak mendukung tujuan pariwisata berkelanjutan.
“Kelompok yang dikenal dengan nama ATOS hanya mementingkan keuntungan mereka sendiri tanpa memikirkan dampak positif bagi keberlanjutan pariwisata di Gunung Rinjani,” ujar Handanil dalam pernyataan di Mataram, Kamis.
Warga yang mengelola pariwisata di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, memutuskan untuk mengelola sendiri pintu pendakian.
Handanil menyatakan bahwa kelompok ATOS sering membuat diri mereka eksklusif dengan banyak anggota dan mendominasi dalam pengelolaan wisatawan asing yang melakukan pendakian.
Dia menambahkan bahwa alasan warga ingin mengelola pintu pendakian secara mandiri juga didorong oleh keinginan meningkatkan kualitas wisata di Sembalun, yang merupakan jalur utama pintu masuk pendakian ke Gunung Rinjani.
Jalur pendakian melalui Senaru saat ini, tambahnya, masih menjual tiket pendakian Gunung Rinjani dengan harga yang relatif murah dan hanya berfokus pada kuantitas.
“Selama ini Sembalun memang paling ramai pendakinya, tetapi jika kita teliti lebih dalam, sebagian besar dikuasai oleh teman-teman di Senaru dan tidak memberikan manfaat bagi Sembalun. Bahkan, hanya menyebabkan pencemaran lingkungan,” kata Handanil.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), yang seharusnya menjadi wadah pemersatu kelompok-kelompok wisata lintas kabupaten, justru sering diwarnai konflik yang dipicu oleh kelompok yang sama.
Pengelolaan mandiri menjadi solusi alternatif untuk menjadikan Sembalun dan Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata premium dengan harga sesuai, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
SMPS juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap konsep pariwisata berkelanjutan di kawasan Gunung Rinjani. Wisata murah cenderung lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada manfaat, terutama terkait dengan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pendaki Rinjani (APPR), Hamka Abdul Malik, menyatakan dukungannya terhadap penegakan aturan yang ketat oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Dia mendesak TNGR untuk menindak tegas para pelaku usaha yang melakukan pendakian ilegal dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
“Kami berharap pemerintah Lombok Timur dapat merealisasikan pengelolaan pintu pendakian Sembalun secara mandiri untuk memberdayakan pengusaha lokal,” tutup Hamka.