Indonesia Diajukan untuk Ikut Festival Seni Budaya Terbesar di Yordania 2026
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut hangat inisiatif dari Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia, H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, yang mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Jerash Festival for Culture and Arts pada tahun 2026 yang akan datang.
Acara budaya tahunan ini diharapkan dapat dihadiri oleh negara-negara dari Asia, termasuk Indonesia, untuk memperkuat jaringan antarbangsa melalui diplomasi budaya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Mr. Sudqi. Kami terbuka untuk terus membina kerja sama dengan Yordania, terutama dalam eksplorasi ekspresi budaya baik tradisional maupun kontemporer,” ujar Fadli Zon dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Menbud juga mengungkapkan harapannya untuk membangun kemitraan strategis melalui kolaborasi internasional, termasuk penyusunan Nota Kesepahaman di bidang kebudayaan sebagai bagian dari rencana kunjungan Raja Yordania, Abdullah II bin AlHussein, ke Indonesia.
“Kami ingin menjadikan kerja sama ini sebagai platform kebudayaan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan Yordania,” tambahnya.
Dubes Yordania menegaskan bahwa sejarah panjang persahabatan kedua negara menjadi landasan penting untuk menguatkan pertukaran budaya. Ia juga menyampaikan rencana partisipasi Yordania dalam Chandi Summit 2025 yang akan diadakan oleh Kementerian Kebudayaan di Bali pada bulan September mendatang.
Selain itu, berbagai potensi kolaborasi turut dibahas, mulai dari pengaktifan pameran artefak budaya di museum, promosi pariwisata budaya yang mencakup situs-situs bersejarah dan monumen penting, hingga program insentif untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam mengakses warisan budaya di kedua negara.
Di bidang pendidikan, Dubes Yordania menyampaikan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kepada mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Yordania.
Pemerintah Yordania telah mengambil kebijakan untuk memperlakukan mahasiswa Indonesia setara dengan warga negara Yordania dalam hal administrasi dan sistem penerimaan di perguruan tinggi.
“Kami memandang mahasiswa asing sebagai jembatan penting antara pendidikan dan budaya,” tutur Dubes Sudqi.
Sebagai bentuk keterbukaan terhadap dunia internasional, Yordania juga memberlakukan kebijakan visa inklusif yang memungkinkan wisatawan mengakses berbagai situs budaya tanpa biaya, guna mendorong masyarakat dunia mengenal lebih dalam peradaban kuno dan kekayaan budaya Yordania.
Menteri Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kerja sama di bidang budaya antara Indonesia dan Yordania sebagai usaha mempererat hubungan antarbangsa serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan budaya dan warisan sejarah yang dimiliki oleh masing-masing negara.
Pertemuan ini menandai langkah maju dalam penguatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Yordania, serta membuka berbagai peluang kerja sama strategis antar kedua negara.