Kementerian Kebudayaan Siap Tingkatkan Kerja Sama Budaya dengan Palestina
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Kebudayaan menegaskan kesiapan mereka untuk memperdalam dan memperluas kolaborasi kebudayaan dengan Palestina sebagai bentuk solidaritas yang mendalam antara kedua negara.
“Hubungan kebudayaan kita lebih dari sekadar simbol, melainkan merupakan ungkapan mendalam dari nilai-nilai bersama dan persaudaraan yang erat. Untuk itu, saya menegaskan bahwa dukungan kita terhadap Palestina tidak hanya bersifat politik dan kemanusiaan, tetapi juga mencakup aspek kebudayaan dan peradaban,” ujar Menbud Fadli Zon di Jakarta, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam pertemuan dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Alshun. Fadli menilai pertemuan tersebut sebagai langkah untuk memperkuat diplomasi dan solidaritas terhadap perjuangan Palestina, terutama di Gaza, serta mencerminkan persahabatan yang erat antara kedua negara.
Sebagai wujud dukungan nyata, Kementerian Kebudayaan mengusulkan penguatan kerja sama budaya dengan Palestina melalui penyelenggaraan pameran seni, pemutaran film dan dokumenter, serta festival sastra, penerjemahan buku dan publikasi agar karya-karya dari Palestina dapat diakses oleh pembaca di Indonesia dengan menghadirkan penulis Palestina dalam diskusi karya mereka.
Kemenkebud siap memperluas kolaborasi dan diplomasi budaya dengan kedutaan besar Palestina di Jakarta melalui diplomasi budaya, sehingga tercipta ruang untuk memperkenalkan kekayaan warisan dan ketangguhan rakyat Palestina dengan bergerak bersama dalam harapan dan tekad memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
“Pemerintah Indonesia berdiri teguh bersama rakyat Palestina dalam perjuangan mereka yang adil dan sah untuk mencapai kemerdekaan dan kedaulatan penuh,” kata Menbud Fadli Zon.
Menbud juga mengungkapkan belasungkawa yang dalam atas korban jiwa dan penderitaan rakyat sipil di Gaza.
“Dunia tidak hanya menyaksikan bencana kemanusiaan tetapi juga upaya sistematis untuk menghapuskan seluruh peradaban. Yang terjadi bukan hanya genosida terhadap suatu bangsa tetapi juga genosida terhadap kebudayaan dan peradaban mereka,” kata dia.
Menurut laporan Institute for Palestinian Studies, hingga awal 2025, sedikitnya 195 situs warisan budaya di Gaza telah hancur, termasuk tempat ibadah lintas agama, museum, zona arkeologi, perpustakaan komunitas hingga galeri seni kontemporer, di antaranya Masjid Agung Omari, Gereja Porphyrius, dan Pusat Kebudayaan Al Meshal di Gaza.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa setidaknya 50 tokoh budaya Palestina telah gugur, di antaranya penyair dan cendekia sastra Refaat Alreer, jurnalis dan pengarsip sejarah lisan Safa Joudeh, dan beberapa tokoh lainnya.








